Pencarian

Warga Banjarbaru Minta Bahasa Inggris Diutamakan Ketimbang Bahasa Perancis di Sekolah, Ini Alasannya

Minggu, 07 Juni 2026 • 22:56:02 WIB
Warga Banjarbaru Minta Bahasa Inggris Diutamakan Ketimbang Bahasa Perancis di Sekolah, Ini Alasannya
Warga Banjarbaru mengutamakan pengajaran bahasa Inggris dibanding bahasa Perancis di sekolah dasar.

BANJARBARU — Wacana Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengajaran bahasa Perancis di sekolah dasar mendapat sambutan dingin dari warga Banjarbaru. Mereka justru menilai bahasa Inggris jauh lebih prioritas untuk dikuasai anak-anak di tengah era digital saat ini.

Salah satu warga Kelurahan Loktabat Utara, Nina, mengaku tidak khawatir jika anaknya yang masih duduk di bangku SD kelak diajarkan bahasa Perancis. Namun, ia menekankan pentingnya fokus pada satu bahasa asing terlebih dahulu.

"Soalnya bahasa Inggris itu lebih utama dibanding bahasa Perancis atau yang lainnya," kata Nina saat diwawancarai, baru-baru ini.

Ia menambahkan, anaknya saat ini sudah cukup fasih berbahasa Inggris. Menurutnya, menambah bahasa asing baru justru berpotensi mengganggu konsentrasi belajar sang anak.

"Enggak ada kekhawatiran sih sebenarnya, cuma lebih fokus salah satunya saja dulu," tuturnya.

Bahasa Inggris Dianggap Lebih Relevan untuk Keseharian Anak

Pandangan serupa disampaikan Mugiono, warga Banjarbaru lainnya. Ia menilai wacana pembelajaran bahasa Perancis bagus, namun tetap menempatkan bahasa Inggris sebagai yang utama. Cucu Mugiono bahkan sudah ia leskan bahasa Inggris sejak dini.

"Yang utamanya dan yang sudah-sudah, ya bahasa Inggris. Cucu itu kemarin saya sempat leskan di bahasa Inggris," tambahnya.

Mugiono menyoroti keseharian anak-anak yang kini tak lepas dari gawai. Menurutnya, hampir semua menu dan fitur di ponsel menggunakan bahasa Inggris, sehingga penguasaan bahasa tersebut menjadi kebutuhan praktis.

"Kalau anak-anak kesehariannya main ponsel, di ponsel begitu bahasa Inggris yang utamanya," cetusnya.

Pihak Sekolah: Wacana Baru Sampai ke Narasi, Belum ke Aturan

Menanggapi wacana tersebut, Kepala SD Negeri 1 Loktabat Utara, Muhammad Muhransyah, menyebut pihaknya menyambut positif setiap gagasan dari pemerintah pusat. Namun, ia mengingatkan bahwa implementasi di lapangan harus mengacu pada aturan kurikulum yang berlaku.

"Kalau kami menyambutnya sebagai pelaksana di sekolah positif saja. Akan tetapi memang kalau di jenjang pendidikan dasar kita lebih berpatokan pada peraturan yang saat ini tentang muatan kurikulum di sekolah dasar," jelas Muhransyah, yang akrab disapa Muhran.

Ia menjelaskan, kurikulum saat ini justru memperbanyak porsi pembelajaran bahasa Indonesia. Sementara itu, bahasa Inggris sendiri belum masuk dalam Kurikulum Merdeka dan baru diajarkan sebagai muatan lokal di sekolahnya.

"Memang kami mendengar juga wacana bahasa Inggris tahun depan baru masuk kurikulum di SD. Jadi untuk yang bahasa Perancis tadi, kami masih tidak mendengar sampai kepada peraturan, itu baru sekadar narasi," lugasnya.

Bagikan
Sumber: pojokbanua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks