PARINGIN — Wakil Bupati Balangan menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kecepatan respons dalam penanganan bencana saat mengukuhkan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan. Pelantikan pengurus untuk masa bakti 2025-2030 itu digelar di Aula Kantor Sekretariat Daerah setempat, baru-baru ini.
Instruksi Tegas Wabup: Hilangkan Kelambatan Penanganan
Wakil Bupati Balangan secara spesifik menyoroti keluhan yang kerap muncul di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Ia meminta jajaran FPRB yang baru bekerja secara profesional dan sigap.
“Jangan sampai ada lagi keluhan dari masyarakat bahwa penanganan bencana lambat,” tegasnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi Pemkab Balangan.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah sangat bergantung pada respons cepat dan tepat saat darurat terjadi.
Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Jadi Prioritas
Pelantikan pengurus FPRB ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Balangan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebencanaan. Forum ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam koordinasi lintas sektor, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pemulihan.
Wabup juga mendorong FPRB untuk aktif melakukan sosialiasi dan edukasi kebencanaan ke desa-desa rawan. Menurutnya, pemahaman warga tentang risiko dan prosedur evakuasi menjadi kunci meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi.
Apa Langkah Selanjutnya untuk FPRB Balangan?
Setelah dikukuhkan, jajaran pengurus FPRB Balangan periode 2025-2030 diharapkan segera menyusun program kerja dan peta jalan (roadmap) penanggulangan bencana. Prioritas awal adalah memetakan kembali titik-titik rawan bencana di seluruh kecamatan, terutama yang kerap dilanda banjir dan tanah longsor.
Selain itu, pengurus baru juga diminta untuk menginventarisasi kebutuhan logistik dan peralatan evakuasi yang dimiliki pemerintah daerah. Ketersediaan alat yang memadai disebut menjadi faktor krusial agar respons di lapangan tidak terhambat saat bencana benar-benar melanda.