Pencarian

Belum Ada Kasus di Banjarmasin, Dinkes Terbitkan SE Kewaspadaan Hantavirus Sebagai Langkah Antisipasi Dini

Rabu, 03 Juni 2026 • 14:28:32 WIB
Belum Ada Kasus di Banjarmasin, Dinkes Terbitkan SE Kewaspadaan Hantavirus Sebagai Langkah Antisipasi Dini
Dinkes Banjarmasin terbitkan SE kewaspadaan Hantavirus sebagai langkah antisipasi dini.

BANJARMASIN — Dinkes Kota Banjarmasin tidak ingin menunggu hingga muncul korban. Oleh karena itu, mereka secara resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap Hantavirus, sebuah penyakit zoonosis yang bisa berakibat fatal. Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat penyebaran virus tersebut seringkali tidak terdeteksi pada tahap awal.

Apa Itu Hantavirus dan Mengapa Perlu Diwaspadai?

Hantavirus adalah virus yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal hingga sindrom paru-paru yang parah. Dinkes Banjarmasin menilai potensi penularan tetap ada di lingkungan permukiman, terutama di area yang kurang terjaga kebersihannya.

Isi Surat Edaran: Imbauan untuk Faskes dan Warga

SE yang diterbitkan memuat beberapa poin penting. Pertama, seluruh puskesmas dan rumah sakit diminta untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini. Kedua, tenaga kesehatan diinstruksikan untuk segera melaporkan jika menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

Selain itu, Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Kami minta warga untuk rutin membersihkan rumah dan lingkungan, terutama tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus,” demikian bunyi imbauan dalam SE tersebut.

Belum Ada Kasus, Tapi Kewaspadaan Tetap Digenjot

Kepala Dinkes Banjarmasin menegaskan bahwa penerbitan SE ini bukan karena adanya ledakan kasus, melainkan sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini. “Jangan sampai kita lengah. Lebih baik bersiap sejak sekarang daripada menyesal ketika sudah ada yang terinfeksi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa gejala awal Hantavirus mirip dengan flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Perbedaan mulai terlihat pada fase lanjut yang bisa memicu gangguan pernapasan akut.

Apa Langkah Selanjutnya?

Dinkes Banjarmasin berencana menggencarkan sosialisasi ke tingkat kelurahan dan RT/RW dalam waktu dekat. Mereka juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengendalian populasi tikus di titik-titik rawan. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks