BANJARBARU — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti, mengungkapkan bahwa Hantavirus bukan penyakit baru namun tetap berbahaya. Pada kasus berat, tingkat kematian akibat infeksi ini bisa mencapai 38 persen.
Penularan Lewat Tikus yang Tampak Sehat
Virus ini ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus yang terinfeksi. Penularan ke manusia terjadi lewat kontak dengan air liur, urine, atau kotoran tikus yang mengandung virus.
“Tikus yang membawa Hantavirus tidak menunjukkan gejala sakit. Karena itu masyarakat sering tidak menyadari adanya risiko penularan di lingkungan sekitar,” ujar dr. Siti saat menyampaikan materi penyuluhan.
Gejala Mirip Flu Biasa
Gejala awal infeksi Hantavirus kerap menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, dan tubuh lemas. Namun pada kondisi lebih berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga gagal ginjal.
Kesulitan mengenali hewan pembawa virus menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan rabies yang mengubah perilaku hewan, tikus pembawa Hantavirus tetap terlihat normal.
Lingkungan Lapas Jadi Sasaran Prioritas
Lapas Kelas II Banjarbaru dipilih karena tingkat kepadatan penghuni yang tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan jika kebersihan lingkungan tidak terjaga.
Perwakilan Kepala Lapas yang membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas edukasi yang diberikan. Menurutnya, pemahaman mengenai penyakit menular menjadi langkah penting menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan aman.
Imbauan Pakai APD Saat Bersih-Bersih
Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah area tempat tinggal menjadi sarang tikus. Penggunaan alat pelindung diri sangat disarankan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
“Saat melakukan kegiatan bersih-bersih, kami sangat menyarankan untuk selalu menggunakan masker dan sarung tangan. Selain itu, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta pastikan makanan dan minuman selalu dalam keadaan tertutup rapat,” kata dr. Siti.
Pencegahan Jadi Kunci Utama
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari gerakan edukasi kesehatan serentak di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Dinkes Banjarbaru menegaskan pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif menghadapi Hantavirus.
Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan semaksimal mungkin. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dinkes Banjarbaru, termasuk Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi serta Plt Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.