KALIMANTAN SELATAN — IHSG memulai perdagangan dengan sentimen positif, namun tekanan jual langsung muncul dan membalikkan indeks ke zona negatif. Indeks LQ45 ikut tertekan 0,28 persen ke 617, disusul JII yang turun 0,26 persen ke 376, MNC36 melemah 0,17 persen ke 269, dan IDX30 terkoreksi 0,21 persen ke 348. Kondisi ini menunjukkan pelemahan cukup merata di hampir seluruh indeks acuan.
Empat Sektor Bertahan di Zona Hijau
Mayoritas indeks sektoral masih bergerak di zona merah pada sesi awal perdagangan. Sektor energi, properti, industri, dan kesehatan menjadi penopang yang mampu bertahan di area positif. Sementara itu, sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non siklikal, keuangan, dan transportasi masih tertekan dan melemah.
Tiga Saham Paling Moncer di Awal Sesi
Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memimpin kenaikan, diikuti PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Ketiga emiten ini berhasil menarik minat investor di tengah dominasi aksi jual di pasar.
Volume Transaksi Tembus 3 Miliar Saham
Pada menit-menit awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup deras dengan volume mencapai 3,09 miliar saham. Nilai transaksi yang sudah menyentuh Rp2,1 triliun mengindikasikan pergerakan dana yang cukup besar, baik dari investor ritel maupun institusi. Data ini menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga meskipun tekanan jual cukup dominan.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada sentimen global dan aksi investor asing pada sesi berikutnya. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan sektor keuangan dan teknologi yang masih menjadi penekan utama indeks hari ini.