KALIMANTAN SELATAN — BYD memperkenalkan versi terbaru Atto 3 di China dengan sejumlah pembaruan teknis dan fitur. Jika model sebelumnya menggunakan penggerak roda depan (FWD), kini SUV listrik ini beralih ke konfigurasi Rear Wheel Drive (RWD). Perubahan ini memberikan karakter berkendara yang lebih stabil saat akselerasi dan menikung, sekaligus membedakannya dari pesaing di kelas medium SUV listrik.
Dua Pilihan Motor Listrik dan Baterai Blade Generasi Kedua
BYD menyediakan dua varian motor listrik untuk Atto 3 terbaru: 200 kW (setara 268 Tk) dan 240 kW (setara 321 Tk). Keduanya dipadukan dengan baterai Blade Battery generasi kedua yang tersedia dalam kapasitas 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Klaim jarak tempuh mencapai 540 km hingga 630 km, meski angka tersebut menggunakan standar CLTC yang biasanya lebih optimistis dibanding kondisi berkendara nyata di Indonesia.
Desain Eksterior Lebih Ramping dan Hidden Door Handle
Secara tampilan, Atto 3 masih mengusung bahasa desain "Dragon Face" khas BYD. Namun, fascia depan kini terlihat lebih bersih berkat lampu utama yang lebih tipis. Bagian samping mendapatkan semi-hidden door handle yang memberi kesan premium, sementara lampu belakang full-width dengan motif anyaman memperkuat tampilan futuristik di malam hari. Dimensi mobil ini memiliki panjang 4.665 mm dengan wheelbase 2.770 mm, cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan.
Kabin dengan Queen Seat dan Column Shifter
Interior Atto 3 terbaru mengadopsi layar floating besar dengan sistem DiLink terbaru. Tuas transmisi dipindahkan ke column shifter, membuat area konsol tengah lebih lega. Fitur unggulan lainnya adalah "Queen Seat" untuk penumpang depan yang dilengkapi leg rest, ventilasi udara, dan pemanas. BYD juga menyematkan wireless charging 50W, HUD, dan audio 16 speaker untuk meningkatkan pengalaman berkendara.
Ruang penyimpanan menjadi salah satu keunggulan model ini. Terdapat frunk elektrik 180 liter di bagian depan, bagasi belakang hingga 750 liter, laci bawah jok, serta cool box di dalam kabin. Semua detail ini dirancang untuk memudahkan mobilitas harian, terutama di kondisi lalu lintas padat seperti Jakarta.
Teknologi ADAS DiPilot 300 Masih Opsional
BYD membekali Atto 3 dengan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300. Namun, fitur ADAS tercanggih masih bersifat opsional, sehingga konsumen perlu mencermati varian yang dipilih. Column shifter juga membutuhkan waktu adaptasi bagi pengemudi yang terbiasa dengan tuas transmisi konvensional.
Kompetisi di Segmen SUV Listrik Rp 400-500 Jutaan
Di pasar Indonesia, BYD Atto 3 akan bersaing dengan Chery Omoda E5 yang unggul dalam desain futuristik, MG 4 EV yang menawarkan handling sporty berkat RWD, dan GAC Aion Y Plus yang fokus pada kabin lega. Kombinasi desain modern, fitur melimpah, dan karakter berkendara baru membuat Atto 3 memiliki daya tarik tersendiri. Belum ada kepastian kapan versi terbaru ini akan masuk ke Indonesia, namun spesifikasi lengkap seperti di China layak ditunggu.