KALIMANTAN SELATAN — Strategi baru ini diumumkan langsung dalam business briefing Honda di Jepang, Selasa (15/4). Fokus utama perusahaan adalah memangkas biaya pengembangan hingga setengahnya melalui inisiatif yang disebut "Triple Half", yang menargetkan pengurangan biaya, waktu, dan beban kerja hingga 50 persen dibandingkan level 2025. Honda akan mengadopsi pendekatan efisien ala pabrikan China dan India dengan menggunakan komponen standar dan mengevaluasi ulang standar internal mereka.
Prototipe Sedan Hybrid dan Masa Depan HR-V
Salah satu model yang menjadi ujung tombak strategi ini adalah Hybrid Sedan Prototype, sebuah fastback empat pintu yang akan mulai dijual dalam dua tahun ke depan. Mobil ini mengusung logo H baru, lampu depan split dengan daytime running light alis, serta garis atap miring khas mobil sport. Di sampingnya, Honda juga memamerkan Acura Hybrid SUV Prototype yang bertujuan menghidupkan kembali merek premium mereka di Amerika Serikat.
Untuk pasar global, Honda mengonfirmasi bahwa SUV kompak HR-V (dikenal sebagai Vezel di Jepang) akan mendapatkan generasi terbaru pada 2028. Model ini akan dibekali powertrain hybrid generasi berikutnya yang diklaim 10 persen lebih irit bahan bakar, serta sistem ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) terkini. Teknologi ADAS ini rencananya akan hadir di 15 model Honda dalam lima tahun ke depan.
Efisiensi Biaya Produksi Hybrid hingga 30 Persen
Honda menargetkan pengurangan biaya produksi untuk sistem hybrid generasi barunya hingga lebih dari 30 persen dibandingkan sistem e:HEV yang diperkenalkan pada 2023. Penghematan ini dicapai tanpa mengorbankan performa, dengan peningkatan efisiensi bahan bakar sebesar 10 persen berkat kombinasi platform baru dan sistem all-wheel drive elektrik.
Langkah efisiensi juga meliputi penghentian sementara produksi baterai in-house. Pabrik L-H Battery, joint venture Honda dengan LG di Ohio yang semula dirancang untuk baterai EV, akan dialihfungsikan untuk memproduksi baterai hybrid. Di China, Honda akan memanfaatkan kemitraan dengan pabrikan lokal untuk membangun kendaraan energi baru (NEV) di atas platform mereka, mirip dengan strategi yang dijalankan Nissan.
Restrukturisasi Internal demi Respons Cepat
Untuk mempercepat pengambilan keputusan, Honda telah mengintegrasikan kembali divisi Pengembangan Operasional Mobil dan Operasional Mobil ke dalam departemen Riset dan Pengembangan (R&D) mulai 1 April 2025. Langkah ini membalikkan keputusan pemisahan yang dilakukan pada 2020. Perusahaan juga menghentikan pengembangan kendaraan yang didefinisikan oleh perangkat lunak (software-defined vehicles/SDV) demi fokus pada teknologi yang lebih matang secara komersial.
Sistem operasi infotainment Asimo OS yang semula dirancang untuk jajaran EV 0 Series yang kini dibatalkan, akan dialihkan ke model-model hybrid. Ini menunjukkan pergeseran strategi Honda dari investasi besar di EV murni ke pengembangan hybrid yang lebih diminati pasar saat ini.
FAQ: Dampak Strategi Hybrid Honda untuk Konsumen
Apakah model hybrid Honda akan lebih murah setelah efisiensi biaya ini?
Honda menargetkan pengurangan biaya produksi hingga 30 persen, namun belum ada pernyataan resmi apakah penghematan ini akan diteruskan ke harga jual konsumen. Yang jelas, efisiensi ini memungkinkan Honda mempertahankan margin keuntungan sambil tetap bersaing di pasar yang ketat.
Kapan HR-V hybrid generasi baru akan masuk ke Indonesia?
Honda belum memberikan jadwal spesifik untuk pasar Indonesia. Namun, mengingat peluncuran global dijadwalkan pada 2028, model ini kemungkinan baru akan hadir di Indonesia pada 2029 atau setelahnya, tergantung strategi regional Honda.