Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Level Terlemah di Tengah Tekanan Global yang Menguat

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:09:33 WIB
Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Level Terlemah di Tengah Tekanan Global yang Menguat
Rupiah melemah ke posisi Rp17.503 per dolar AS di tengah tekanan global yang meningkat.

KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.45 WIB, rupiah terdepresiasi 89 poin atau 0,52 persen ke posisi Rp17.503 per dolar AS. Pergerakan ini berawal dari pembukaan di level Rp17.489, yang sudah menunjukkan pelemahan 75 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan Merata di Asia, Dolar AS Kembali Dominan

Pelemahan rupiah bukan fenomena tunggal. Hampir seluruh mata uang kawasan Asia kompak tertekan. Won Korea Selatan menjadi yang terparah dengan koreksi 1 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,50 persen. Ringgit Malaysia dan yen Jepang sama-sama turun 0,22 persen, sementara dolar Singapura melemah 0,20 persen.

Di negara maju, situasi serupa terjadi. Euro dan poundsterling masing-masing melemah 0,17 persen dan 0,18 persen terhadap dolar AS. Dolar Australia dan dolar Kanada juga tak luput dari tekanan. Hanya dolar Hong Kong yang mencatat penguatan tipis 0,01 persen.

Tiga Sumber Tekanan: Geopolitik, Minyak, dan MSCI

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengidentifikasi tiga faktor utama yang menekan rupiah. Pertama, meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor kembali ke aset safe haven dolar AS. "Rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran," ujar Lukman.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang masih tinggi menjadi beban tambahan bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Ketiga, pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak membawa kabar positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG), yang secara tidak langsung ikut menekan rupiah. "Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah," jelasnya.

Katalis Domestik dan Proyeksi Pergerakan

Pelaku pasar juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini. Angka tersebut bisa menjadi sinyal mengenai daya beli masyarakat dan prospek konsumsi domestik. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS sepanjang hari ini.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan rupiah masih sangat tergantung pada sentimen eksternal, terutama kebijakan moneter AS dan dinamika harga komoditas global.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks