Pencarian

Pemkab Tanah Bumbu Bekali Pelajar di Mantewe Nilai Pancasila untuk Tangkal Hoaks Digital

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:46:00 WIB
Pemkab Tanah Bumbu Bekali Pelajar di Mantewe Nilai Pancasila untuk Tangkal Hoaks Digital
Pelajar MTs dan MA Nurul Wathan mengikuti sosialisasi nilai Pancasila untuk tangkal hoaks digital di Mantewe.

BATULICIN — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sosialisasi bela negara dan wawasan kebangsaan bagi pelajar di Desa Sepakat, Kecamatan Mantewe, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menyasar siswa-siswi di MTs Nurul Wathan dan MA Nurul Wathan sebagai upaya memperkuat nasionalisme di era digital.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala Bakesbangpol Nahrul Fajeri, menekankan pentingnya pemahaman menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan agama. Pelajar diharapkan tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai proklamasi dan NKRI dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di ruang siber.

Tantangan Ruang Digital: Dari Hoaks Hingga Cyberbullying

Kabid Kesatuan Bangsa pada Bakesbangpol Tanah Bumbu, Ida Romundang Lubis, menjelaskan bahwa tantangan menjaga keutuhan bangsa kini bergeser ke ranah digital. Masyarakat, terutama generasi muda, kerap dihadapkan pada ancaman disinformasi, ujaran kebencian, hingga polarisasi yang tajam di media sosial.

Menurutnya, ruang digital yang tanpa sekat menuntut pelajar untuk memiliki filter mental yang kuat. Tanpa pemahaman bela negara yang baik, konten negatif seperti cyberbullying dapat merusak tatanan sosial dan karakter individu sejak dini.

Cara Pelajar Tanah Bumbu Menangkal Disinformasi

Untuk menghadapi serbuan informasi palsu, para siswa diminta lebih cermat dalam menyaring berita sebelum membagikannya. Ida Romundang mengingatkan agar pelajar selalu memastikan sumber informasi berasal dari situs resmi dan melakukan verifikasi ulang (cross check) terhadap konten yang provokatif.

“Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita tetap bersatu walaupun berbeda. Sikap toleransi harus tetap dijaga, termasuk di dunia maya,” tegas Ida Romundang Lubis di hadapan para peserta sosialisasi.

Selain verifikasi data, pelajar juga diajak untuk menggunakan bahasa yang sopan saat berkomentar di media sosial. Menghargai perbedaan pendapat dan menghindari hate speech menjadi poin utama dalam penerapan nilai-nilai luhur bangsa di internet.

Mendorong Kreativitas dan Literasi Digital Remaja

Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Sosial, Fatmadi Anas, menambahkan bahwa literasi digital adalah kunci bagi remaja untuk tetap produktif. Internet seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana melahirkan karya dan prestasi, bukan sekadar tempat mengonsumsi konten tanpa faedah.

Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Sekcam Mantewe, perwakilan Kemenag, Puskesmas Mantewe, hingga perangkat Desa Sepakat. Pihak sekolah menyambut antusias kegiatan ini karena dianggap relevan dengan kondisi pergaulan remaja saat ini yang sangat bergantung pada gawai dan media sosial.

Sosialisasi yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak. Pemerintah daerah berharap melalui edukasi rutin seperti ini, generasi muda Tanah Bumbu dapat menjadi benteng pertahanan bangsa dari ancaman disintegrasi di dunia maya.

Bagikan
Sumber: borneoplus.info

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks