9 Dapur MBG di Tanah Laut Kembali Beroperasi, 4 SPPG Masih Tertahan Kendala Teknis

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 04 November 2026 | 09:16:31 WIB
Sembilan SPPG MBG di Tanah Laut kembali beroperasi setelah penangguhan dicabut.

PELAIHARI — Pengawas Makan Bergizi Gratis dari Kodim 1009/Tanah Laut, Pelda Martiman, mengonfirmasi bahwa kesembilan SPPG tersebut kembali melayani setelah mendapat suspend dari BGN. Laporan resmi menyebut pemulihan berlaku Rabu, 4 November 2026.

Dapur yang kembali beroperasi tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari SPPG Tanah Laut Batu Ampar Jilatan, Pelaihari Angsau, Pelaihari Angsau 2, Panyipatan Batu Mulya, Bati-Bati Nusa Indah, Pelaihari Karang Taruna, Jorong Simpang Empat Sungai Baru, Kurau Maluka Baulin, hingga Kintap Kintap.

Empat SPPG Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya

Di sisi lain, empat dapur masih tertahan. SPPG Tanah Laut Pelaihari Sarang Halang dan Bati-Bati Liang Anggang terkendala masalah akun bank. SPPG Tanah Laut Kintap Sungai Cuka masih mencari pengganti Ahli Gizi (AG) setelah petugas sebelumnya mengundurkan diri.

Sementara SPPG Tanah Laut Bati-Bati Ujung belum bisa berjalan karena ketersediaan bahan baku dinilai belum siap. Keempatnya belum memiliki jadwal pasti kapan kembali melayani.

Kendala Keuangan Jadi Fokus Penyelesaian

Pelda Martiman menyatakan pihaknya menaruh perhatian pada persoalan teknis yang menyangkut proses keuangan, terutama yang membuat dua dapur terhambat akibat akun bank. Penyelesaian administratif dinilai menjadi kunci agar fasilitas bisa segera beroperasi kembali.

Penangguhan sebelumnya diterapkan BGN terhadap sejumlah SPPG di Tanah Laut. Pemulihan izin bagi sembilan dapur menjadi tanda bahwa kewajiban administratif pengelola sudah tuntas dipenuhi.

Apa Dampaknya bagi Penerima Manfaat MBG

Kembalinya sembilan dapur berarti layanan pemenuhan gizi bagi siswa penerima MBG di wilayah tersebut berjalan lagi seperti biasa. Empat dapur yang masih tertahan membuat sebagian penerima manfaat belum mendapat layanan penuh.

Kodim 1009/Tanah Laut melalui Pelda Martiman belum memerinci jumlah siswa yang terdampak dari keempat SPPG tersebut. Pendampingan terhadap pengelola terus dilakukan agar kendala teknis segera tuntas.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: wartabanjar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top