Dinas Perikanan Kotabaru Revitalisasi 130 Hektare Tambak di Tiga Desa, Anggaran Rp 6 Miliar

Penulis: Andi Pratama  •  Rabu, 04 November 2026 | 06:46:01 WIB
Kepala Dinas Perikanan Kotabaru Zaenal Arifin menyebut revitalisasi tambak mencakup 130 hektare di tiga desa.

KOTABARU — Kepala Dinas Perikanan Kotabaru Zaenal Arifin menyebut tambak yang diperbaiki mencakup 50 hektare di Desa Sebanti, Kecamatan Pulau Laut Barat; 40 hektare di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara; dan 40 hektare di Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Kelumpang Utara.

Perbaikan dilakukan karena kondisi tambak sudah rusak. Tanggul jebol, saluran dipenuhi lumpur, dan pintu air tidak lagi berfungsi normal.

Anggaran APBD untuk Petani yang Tak Mampu Perbaiki Sendiri

Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengalokasikan dana melalui APBD untuk membantu petani tambak yang tidak punya kemampuan memperbaiki lahan secara mandiri. Program revitalisasi dijalankan bertahap.

"Tambak itu meliputi tiga lokasi, 50 hektare di Desa Sebanti, Kecamatan Pulau Laut Barat, 40 hektare di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, dan 40 hektare di Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Kelumpang Utara, jadi totalnya sekitar 130 hektare," kata Zaenal.

Dari 8.000 Hektare Tambak, Hanya 2.000 Hektare yang Aktif

Kotabaru memiliki sekitar 8.000 hektare lahan tambak. Dari jumlah itu, yang masih produktif diperkirakan hanya 1.800 hingga 2.000 hektare.

Selebihnya tidak aktif karena beberapa faktor. Ada yang berada di kawasan suaka alam, rusak, tanggul jebol, pintu air patah, atau saluran tersumbat lumpur.

Zaenal menjelaskan pemerintah membuka program revitalisasi tambak secara bertahap untuk membantu masyarakat, terutama pembudidaya. Harapannya, lahan yang semula terbengkalai kembali menghasilkan ikan, udang, dan kepiting.

Dampak ke Pembudidaya

Perbaikan tanggul dan saluran menjadi kunci bagi petambak di tiga desa tersebut. Selama infrastruktur tambak rusak, air tidak bisa dikelola dengan baik sehingga budidaya berisiko gagal.

Dengan revitalisasi, lahan yang sebelumnya idle diharapkan menambah luas tambak produktif di Kotabaru. Program ini juga menyasar petani kecil yang selama ini menunda perbaikan karena keterbatasan biaya.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top