Komisi I DPRD Kalsel Dorong Pembangunan Balai Laki dan Balai Bini di TMII Jakarta untuk Promosi Budaya Banua

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 02 November 2026 | 11:46:01 WIB
Ketua Komisi I DPRD Kalsel H. Rais Ruhayat memimpin rapat penajaman program kerja bersama Badan Penghubung Provinsi Kalsel.

BANJARMASIN — Ketua Komisi I DPRD Kalsel H. Rais Ruhayat menegaskan bahwa rencana pembangunan dua bangunan tersebut masuk dalam daftar program prioritas yang akan diperjuangkan melalui Badan Anggaran. Rapat penajaman program kerja bersama Badan Penghubung Provinsi Kalsel membahas sejumlah usulan untuk memperkuat peran lembaga itu di luar daerah.

Selain Balai Laki dan Balai Bini, Komisi I mendorong pengembangan fasilitas penunjang berupa studio mini dan sarana edukasi lain di kawasan TMII. Fasilitas itu diarahkan untuk kegiatan pengenalan kebudayaan bagi pelajar, mahasiswa, dan perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Depok, serta sekitarnya.

Mengapa Balai Laki dan Balai Bini Dibutuhkan di TMII

Rais menilai keberadaan bangunan berarsitektur khas Kalimantan di TMII dapat menjadi representasi identitas daerah sekaligus ruang pengenalan tradisi dan kekayaan budaya Banua. Menurutnya, promosi kebudayaan lewat fasilitas fisik lebih efektif menjangkau masyarakat luas dibandingkan kegiatan seremonial sesaat.

Badan Penghubung diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai representasi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya. Keterlibatan pelajar, mahasiswa, dan perguruan tinggi dinilai penting agar generasi muda mengenal identitas daerah, tradisi, serta nilai budaya Kalimantan Selatan.

Matriks Program Jadi Syarat Sebelum Masuk Pembahasan Anggaran

Komisi I meminta seluruh program prioritas disusun dalam bentuk matriks agar bisa dikawal bersama Badan Anggaran DPRD Kalsel. Penyusunan matriks itu juga diminta mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

"Kami meminta agar program-program prioritas tersebut disusun dalam bentuk matriks sehingga nantinya dapat kami upayakan dan perjuangkan melalui teman-teman di Badan Anggaran (Banggar)," ujar Rais dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan harapan agar program itu memperkuat promosi kebudayaan Kalimantan Selatan, termasuk melalui rencana pembangunan Balai Laki dan Balai Bini serta penambahan fasilitas pendukung. Sinergi antara DPRD dan Badan Penghubung dinilai menjadi kunci agar penguatan promosi budaya berjalan terarah dan berkelanjutan.

Sasaran: Pelajar dan Mahasiswa Asal Banua di Perantauan

Fasilitas promosi budaya di TMII diharapkan membuka ruang interaksi dan pembelajaran kebudayaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Bagi warga Kalimantan Selatan yang merantau di Jakarta dan sekitarnya, keberadaan balai itu bisa menjadi titik temu komunitas sekaligus ajang memperkenalkan budaya Banua kepada warga luar daerah.

Komisi I belum merinci besaran anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Balai Laki dan Balai Bini. Nilai usulan baru akan dibahas setelah matriks program rampung dan masuk pembahasan bersama Banggar DPRD Kalsel.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: habardigital.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top