KALIMANTAN SELATAN — Meghan Markle mengaku sudah tahu tuduhan pornografi anak terhadap ayahnya, Thomas Markle, sejak 2019. Selama bertahun-tahun Duchess of Sussex memilih bungkam, dan kini alasan di balik sikap itu mulai terungkap.
Surat yang diterima Meghan Markle pada 2019 memuat tuduhan berat: ayahnya diduga melakukan peleceksaan seksual terhadap anak. Roslyn Loveless, istri pertama Thomas Markle Senior, melayangkan tuduhan itu secara spesifik. Roslyn meninggal pada 2024, tetapi klaimnya tetap bergema hingga kini.
Kepolisian Metropolitan lantas menuai kritik karena dianggap gagal menyelidiki klaim tersebut. Publik mempertanyakan mengapa tuduhan seberat itu tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.
Roslyn menuduh Thomas pernah berhubungan seksual dengan seorang anak di Amerika Serikat. Ia juga menyoroti kebiasaan Thomas bepergian ke Filipina dan Thailand. Menurut Roslyn, Thomas beralasan bahwa anak berusia 12 tahun dianggap legal di sana.
Tuduhan itu tidak berdiri sendiri. Roslyn menyampaikannya lewat surat yang kemudian sampai ke tangan Meghan. Sejak titik itu, rangkaian peristiwa bergulir ke ranah publik.
Dilansir The Times, Meghan sebenarnya ingin angkat bicara soal isi surat tersebut. Rencana itu urung terlaksana setelah seorang pengawal dari unit Royalty and Specialist Protection (RaSP) menyarankannya menyerahkan urusan ke pihak berwenang.
"Serahkan saja kepada kami, kami yang akan menyelidikinya," kata petugas tersebut seperti dikutip The Times.
Petugas yang sama menyarankan Meghan tidak mengungkapkan masalah ini ke publik. Alasannya, saat itu Meghan tengah dikritik karena memutus hubungan dengan ayahnya. Thomas tidak hadir dalam pernikahan Meghan dan Pangeran Harry pada 2018 tanpa penjelasan apa pun.
Kepolisian Metropolitan akhirnya tidak bisa menyelidiki tuduhan terhadap Markle Senior. Peristiwa yang dituduhkan terjadi di luar negeri, sehingga berada di luar jangkauan penyelidikan mereka. Kini pihak kepolisian masih berupaya mengidentifikasi dan melacak keberadaan petugas yang dimaksud.
Meghan, kini 45 tahun, sempat menyatakan kekhawatiran. Ia menilai Scotland Yard tidak mengambil tindakan untuk memberi tahu pihak berwenang lain setelah surat itu diserahkan kepadanya.
Baru-baru ini kepolisian di Filipina menyelidiki Thomas Markle terkait temuan sejumlah materi berisi video dan gambar pelecehan seksual terhadap anak. Thomas membantah semua tuduhan tersebut. Ia secara terbuka menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan yang menjijikkan.
Markle Senior dikabarkan berada di sebuah panti jompo di Florida. Ia kemungkinan akan dimintai keterangan oleh FBI terkait kasus ini.
Bagi orang tua, kasus ini menjadi pengingat bahwa tuduhan kekerasan seksual terhadap anak harus ditangani serius, siapa pun pelakunya. Jika Anda mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan seksual terhadap anak, laporkan ke unit perlindungan perempuan dan anak di kepolisian terdekat atau layanan pengaduan resmi pemerintah. Jangan menunggu sampai bukti hilang atau korban semakin terluka.