KALIMANTAN SELATAN — PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) membukukan laba bersih Rp13,9 miliar hingga kuartal III-2026, naik 31,5% dari Rp10,6 miliar pada periode sama tahun lalu. Lonjakan laba melampaui pertumbuhan pendapatan yang naik 21% menjadi Rp319,3 miliar, ditopang ekspansi jasa pengendalian hama dan efisiensi operasional.
Kinerja HYGN pada sembilan bulan pertama 2026 ditopang kenaikan pendapatan dari Rp264 miliar pada kuartal III-2025 menjadi Rp319,3 miliar. Laba usaha perseroan melonjak lebih tajam, 61,8%, dari Rp11,7 miliar menjadi Rp19 miliar.
Direktur Utama HYGN Wincent Yunanda menyebut pertumbuhan laba yang jauh melampaui pendapatan sebagai hasil investasi perseroan pada sumber daya manusia dan operasional tahun lalu.
"Pertumbuhan laba yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan menunjukkan bahwa investasi yang kami lakukan tahun lalu, khususnya pada sumber daya manusia dan operasional, terus memberikan hasil," kata Wincent dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/10/2026).
Segmen jasa pengendalian hama mencatat kenaikan pendapatan lebih dari 50% dan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan HYGN. Ekspansi layanan ke berbagai sektor industri memperkuat basis pendapatan berulang perseroan.
Model pendapatan berulang dari kontrak layanan berkala menjadi pembeda HYGN di sektor jasa lingkungan. Pelanggan korporasi biasanya terikat kontrak tahunan untuk perawatan rutin, sehingga arus kas perseroan lebih stabil dibanding penyedia jasa sekali pakai.
Selisih pertumbuhan laba bersih 31,5% dan laba usaha 61,8% terhadap pendapatan 21% mencerminkan perbaikan margin di level operasional. Beban usaha tumbuh lebih lambat daripada pendapatan sepanjang Januari-September 2026.
Perbaikan margin usaha ini menjadi sinyal penting bagi investor yang memantau emiten jasa konsumen non-siklikal. Sektor pengendalian hama relatif tahan terhadap pelemahan daya beli karena kebutuhan sanitasi dan higienitas industri tidak surut mengikuti siklus ekonomi.
Dengan laba bersih Rp13,9 miliar, HYGN menjaga tren pertumbuhan dua digit yang sudah terlihat sejak periode sebelumnya. Pasar akan mencermati apakah perseroan mampu mempertahankan momentum pada kuartal IV-2026, periode yang biasanya mencatat penutupan kontrak baru.
Investor perlu memperhatikan dua hal ke depan: keberlanjutan ekspansi ke sektor industri baru dan disiplin biaya yang membuat laba usaha tumbuh lebih cepat dari pendapatan. Selama keduanya berjalan, profil pertumbuhan HYGN masih menarik di antara emiten jasa pendukung bisnis di BEI.