BANJARMASIN — Kegiatan yang diinisiasi Polda Kalsel itu menghadirkan sejumlah pengurus komunitas lari di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Selain membahas kelangsungan event lari, forum tersebut bertujuan menjalin silaturahmi antara sesama pelari, baik pelari rekreasi maupun pelari elit atau atlet.
Ketua Pelaksana FGD, Adi Sarma, menyatakan harapan agar forum itu memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat, khususnya komunitas olahraga lari.
"Dari FGD ini kami tentunya berharap dapat membangun komunikasi, mempererat hubungan kemitraan, serta meningkatkan sinergi antara Polri dan Masyarakat, khususnya komunitas olahraga lari dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ungkap Adi Sarma.
FGD tersebut dihadiri Kasubdit Sosbud Dit IK Polda Kalsel AKBP Banu Maulidina Isya dan Kasubdit Politik Dit IK Polda Kalsel AKBP Dr Soetrijono. Turut hadir Kasubdit Ekonomi Dit IK Polda Kalsel, Kasubdit KamNeg Dit IK Polda Kalsel AKBP Indera Gunawan, serta Kasi Inteltek Dit IK Polda Kalsel KOMPOL Faturrahman.
Panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni M Anugrah dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, Tri Atmaja dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalsel, dan IPDA Dedy Gunawan Simanjutak dari Siyamin Polda Kalsel.
Setiap narasumber menyampaikan pemaparan tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai hal utama dalam berolahraga. Penekanan itu muncul karena kondisi cuaca di Kalsel sedang dilanda kabut asap karhutla.
PASI Kalsel juga memaparkan standarisasi sebuah event lari. Untuk event berskala besar, panitia diharuskan menyiapkan juru ukur yang mengukur lintasan agar tersertifikasi oleh PASI.
Siyamin Polda Kalsel memberi paparan tambahan mengenai pentingnya perizinan untuk setiap event lari komersial, baik skala menengah maupun besar. Menurut IPDA Dedy Gunawan Simanjutak, pengurusan izin event lari maupun kegiatan lain tidak sesulit yang dibayangkan.
"Kita tidak akan mempersulit untuk perizinan, bahkan jika ada dokumen yang tidak bisa dikirimkan secara fisik, kita bisa terima lewat WA. Jadi jangan kuatir," jelas Dedy.
Melalui FGD tersebut, Polda Kalsel berharap komunitas lari di Banjarmasin dan Banjarbaru punya pedoman bersama dalam menyelenggarakan event, terutama saat kualitas udara memburuk akibat karhutla.