BALANGAN — Syafira Aulia Az Zahra, pelajar SDN Bungur, menjadi juara pertama cabang puisi dan mengulang catatan Balangan yang pada tahun sebelumnya juga mengirim wakil ke ajang nasional. Selain itu, Shofia Rajwatul Aulia dari SMPN 3 Batumandi meraih juara kedua cabang pidato, Nada Shofia juara ketiga cabang puisi, dan Nasywa Yezdahebba dari SD Islam Al Istiqamah juara kelima cabang cerpen.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Balangan, Rafiul Amal, menjelaskan bahwa 10 peserta yang dikirim ke tingkat provinsi merupakan hasil penjaringan berjenjang. Proses seleksi dimulai dari tingkat kecamatan, berlanjut ke kabupaten, hingga akhirnya terpilih mewakili Balangan di tingkat provinsi.
Menurut Rafiul, keberhasilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perolehan piala. Ia mendorong penguatan penggunaan dan pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan.
"Kami harap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah di kalangan pelajar," ungkapnya.
Kepala Disdikbud Kabupaten Balangan, Abiji, menyebut capaian tersebut sebagai buah dari kerja keras peserta, pendampingan guru pembina, serta dukungan berbagai pihak. Ia berharap prestasi itu memacu generasi muda untuk terus mencintai dan mempelajari bahasa daerah.
"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para peserta, guru pembina, serta dukungan dari semua pihak. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan melestarikan bahasa daerah," ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Apresiasi terhadap kontingen Balangan tidak hanya datang dari cabang Bahasa Banjar. Peserta FTBI Bahasa Dayak Deah turut memperoleh piala, uang apresiasi, dan sertifikat.
Kabupaten Balangan juga menerima penghargaan sebagai kabupaten pendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Penghargaan itu menambah deretan capaian kontingen di ajang yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Melalui FTBI, para pelajar tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa dan bersastra. Mereka juga belajar mengenal identitas budaya serta mewariskan kekayaan bahasa daerah kepada generasi berikutnya.
Bagi Balangan, empat penghargaan tahun ini menjadi modal untuk kembali bersaing di tingkat provinsi pada edisi berikutnya. Disdikbud menyiapkan pembinaan lanjutan bagi peserta yang berpeluang melaju ke tingkat nasional.