BANJARMASIN — Tujuh daerah yang berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir itu meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, dan Balangan. Peringatan cuaca berlaku pada rentang waktu siang hingga awal sore.
Pada pagi hari, udara di sebagian besar wilayah Kalsel masih berkabut. Kondisi tersebut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah titik.
Pola hujan lokal dengan durasi singkat ini berkaitan dengan mundurnya awal musim hujan di Kalsel. BMKG sebelumnya memprediksi awal musim hujan 2026/2027 bergeser dari perkiraan normal pada November 2026.
Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab menyampaikan hal itu dalam Press Conference Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026). Menurutnya, fenomena El Nino yang masih aktif membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari kondisi normal.
"Akibatnya, musim hujan yang akan hadir itu akan lebih mundur dan kemungkinan lebih pendek dari normalnya," ujar Fachri.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Desember 2026, mencakup 155 zona musim (ZOM) atau 36,94 persen luas daratan Indonesia. Puncak berikutnya jatuh pada Januari 2027 di 162 ZOM (25,68 persen) dan Februari 2027 di 190 ZOM (16,79 persen).
Fachri menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian di Kalimantan Selatan. Stasiun Klimatologi Kalsel akan merinci wilayah yang mengalami awal musim hujan lebih mundur, termasuk prediksi puncak dan sifat hujan periode 2026/2027.
Hujan petir yang turun pada siang hari berisiko menumbangkan pohon dan merusak atap bangunan ringan. Warga di tujuh kabupaten yang masuk daftar waspada diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan deras.
Pengguna jalan lintas selatan Kalsel, terutama di ruas Banjar–Tapin dan Barito Kuala, perlu memperhatikan genangan yang kerap muncul saat hujan deras berlangsung singkat. Kabut pagi akibat karhutla juga menurunkan jarak pandang pada jam berangkat kerja.