MARABAHAN — Audiensi tersebut mempertemukan pemerintah daerah, unsur pemerintahan desa, dan relawan pemadam kebakaran swasta untuk membahas kondisi serta persoalan yang dihadapi di lapangan selama penanganan karhutla. Sekdakab Batola Selamat Riyanto membuka jalannya pertemuan dengan mempersilakan seluruh peserta menyampaikan aspirasi secara bergantian.
Bupati Batola H Bahrul Ilmi hadir didampingi Sekdakab Batola Selamat Riyanto, Kepala BPBD Batola Mirwan Siregar, Kepala DPMD Batola Mujiburrahman, serta Ketua APDESI Batola H Meri Apriansyah. Turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Batola, sejumlah kepala SKPD, serta Camat Mandastana, Camat Jejangkit, Camat Cerbon, dan Camat Alalak.
H Bahrul Ilmi mengajak seluruh peserta memusatkan perhatian pada dialog yang berlangsung. Menurutnya, pembahasan itu penting bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Batola.
"Kehadiran bapak dan ibu sekalian pada malam ini, marilah kita bersama-sama fokus memperhatikan dialog kita laksanakan. Ini demi kepentingan masyarakat kita di Kabupaten Batola. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi di wilayah kita," ujar H Bahrul Ilmi.
Bupati menegaskan audiensi menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk saling bertukar pikiran, menyampaikan masukan, dan mengemukakan pendapat secara terbuka. Dialog konstruktif diperlukan agar keputusan yang dihasilkan menjadi solusi bagi penanganan karhutla.
"Pada malam hari ini, kita berdialog dan saling memberikan masukan serta pendapat. Dengan demikian, keputusan kita ambil nantinya diharapkan menjadi keputusan yang baik dan memberikan solusi atau jalan keluar bagi kita semua di Kabupaten Batola," tambahnya.
Forum berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana. Lokasi itu dipilih sebagai ruang komunikasi antara pemerintah daerah, unsur pemerintahan desa, dan relawan pemadam kebakaran swasta.
Setiap pihak diberi kesempatan mengemukakan pandangan, masukan, serta berbagai hal yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Aspirasi dari desa dan relawan menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah tanggap darurat.
Kabupaten Barito Kuala dikenal memiliki lahan gambut yang rawan terbakar pada musim kemarau. Keterlibatan relawan swasta dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam upaya pemadaman dini di wilayah yang sulit dijangkau tim BPBD.