KOTABARU — Kabut menyelimuti jalanan di pusat Kota Kotabaru hingga kawasan Pelabuhan Feri Tanjung Serdang. Dari area pelabuhan, daratan Kalimantan di wilayah Batulicin tampak samar, begitu pula Pulau Suwangi yang biasa terlihat jelas dari kejauhan.
Berkurangnya jarak pandang membuat sejumlah objek di sekitar perairan Kotabaru sulit dikenali dibanding hari-hari sebelumnya. Kabut juga terpantau menutup pandangan ke arah gunung yang menjadi penanda geografis kawasan tersebut.
Warga Kotabaru, Ahmad Yadi, menyebut kabut pada Senin lebih tebal dibandingkan biasanya. Ia merasakan perbedaan itu saat memandang ke arah seberang laut.
"Hari ini kabutnya terlihat lebih tebal dari hari-hari biasanya. Pemandangan ke arah seberang juga samar, tidak terlihat jelas seperti biasanya," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nasarudin. Ia menyoroti Gunung Sebatung yang biasanya tampak dari sejumlah titik di Kotabaru, kini samar di balik kabut.
"Gunung Sebatung sangat samar terlihat. Tadi waktu saya menyeberang dari Batulicin ke Kotabaru menggunakan kapal feri, Gunung Jambangan bahkan tidak terlihat sama sekali," tuturnya.
Kabut yang menyelimuti kawasan kota dan perairan menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Pengguna jalan raya dan jasa penyeberangan feri disebut paling terdampak karena jarak pandang berkurang.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabut menutupi jalur menuju Pelabuhan Feri Tanjung Serdang, titik penyeberangan yang menghubungkan Kotabaru dengan Batulicin. Sejumlah pengendara melintas dengan kecepatan lebih rendah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kabut maupun dampaknya terhadap jadwal penyeberangan feri. Warga diimbau memantau kondisi terkini sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama yang hendak menyeberang ke Batulicin.