MARTAPURA — Subuh Keliling yang dipimpin AKBP Boni Ariefianto ini dihadiri Wakapolres Banjar, para Pejabat Utama (PJU) Polres Banjar, pengurus masjid, personel kepolisian, serta jamaah setempat. Polres Banjar menempatkan kegiatan keagamaan sebagai jalur komunikasi untuk lebih dekat dengan warga Kabupaten Banjar.
Usai salat Subuh berjamaah, jajaran Polres Banjar membaur dengan jamaah masjid. Polisi membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun persoalan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Menurut Kapolres, hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat adalah unsur penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Komunikasi langsung dinilai lebih efektif ketimbang pendekatan formal semata.
Masjid Syiarus Shalihin dipilih karena menjadi pusat aktivitas warga pada waktu subuh. Polres Banjar menilai pendekatan keagamaan membuka peluang kepercayaan publik tumbuh lebih cepat dibanding forum resmi.
Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan Subuh Keliling diharapkan meningkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah. Semangat kebersamaan menjadi bagian dari cara Polres Banjar menjaga keamanan wilayah.
Kapolres menegaskan Polres Banjar berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, amanah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, serta memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat," ujar Boni.
Ia menambahkan, Polri harus selalu hadir dan dirasakan manfaatnya oleh warga. Kebersamaan dan komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Polres Banjar mendorong pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang agamis, modern, aman, nyata, aktif, dan humanis. Lewat Subuh Keliling, sinergi kepolisian dan masyarakat Kabupaten Banjar diharapkan semakin kuat sehingga upaya menjaga keamanan dan ketertiban berjalan optimal.