BANJARMASIN — Bank Kalsel mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan dengan memanfaatkan layanan perbankan melalui kantor dan kanal resmi. Imbauan itu disampaikan dalam kegiatan edukasi literasi keuangan yang melibatkan pelaku usaha jasa keuangan, termasuk PT Pegadaian.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Peserta yang hadir mencakup petugas kebersihan di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Dalam kesempatan itu, Bank Kalsel menekankan pentingnya mengenali risiko transaksi keuangan serta memastikan setiap aktivitas perbankan dilakukan melalui saluran resmi. Masyarakat diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi, kode akses, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitas dan kewenangannya.
PT Pegadaian yang turut hadir mengajak masyarakat memahami karakteristik produk dan layanan keuangan sebelum mengambil keputusan. Pemilihan produk keuangan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial agar terhindar dari risiko kerugian akibat keputusan yang tidak tepat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap penipuan keuangan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat kerugian akibat penipuan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencapai sekitar Rp 111 miliar.
Angka itu menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan penanganan cepat ketika terjadi dugaan penipuan. OJK meminta korban segera menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran melalui kanal resmi begitu menyadari adanya transaksi mencurigakan.
Korban juga perlu menyimpan bukti transaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk mendukung proses penanganan dan pelaporan. Selain menghubungi penyedia jasa keuangan, korban dapat menyampaikan laporan melalui IASC sesuai mekanisme yang berlaku.
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mendukung upaya peningkatan literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai penting untuk membangun ketahanan finansial masyarakat, termasuk petugas kebersihan yang menjadi peserta dalam kegiatan edukasi tersebut.
OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko. Masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia jasa keuangan, memahami ketentuan produk, serta tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi penawaran yang mencurigakan.
Kecepatan pelaporan menjadi kunci agar dugaan penipuan dapat segera ditindaklanjuti pihak terkait. Keterlibatan lembaga jasa keuangan seperti Bank Kalsel diharapkan memperkuat kesadaran warga dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.