KALIMANTAN SELATAN — Kekalahan 0-2 Manchester United dari Atletico Madrid di Liga Champions memicu polemik internal yang panas. Bek tengah Lisandro Martinez melontarkan kritik keras kepada Direktur Teknik Jason Wilcox, sementara legenda klub Roy Keane menyindir kapten Bruno Fernandes dan Harry Maguire.
Kritik Martinez menyasar kebijakan transfer Manchester United pada bursa musim panas. Pemain asal Argentina itu menilai Jason Wilcox minim investasi dan kurang memberi dukungan kepada manajer Michael Carrick. Komentar tersebut diduga memicu ketegangan di pesawat kepulangan tim dari laga melawan Atletico Madrid.
Legenda Manchester United, Roy Keane, merespons panas polemik tersebut. Dalam siniar Stick to Football, ia melabeli kondisi klub saat ini sudah seperti sirkus.
Keane secara khusus menyoroti peran kapten Bruno Fernandes dan Harry Maguire. Menurutnya, keduanya gagal mendisiplinkan ruang ganti karena dinilai lebih sibuk meluapkan unek-unek di podcast ketimbang memprioritaskan performa di lapangan.
Sadar polemiknya merugikan keharmonisan tim, Lisandro Martinez bergerak cepat. Ia berinisiatif menggelar pertemuan tertutup dengan Michael Carrick sebelum merilis permohonan maaf resmi secara terbuka.
Langkah itu disebut sebagai upaya meredam ketegangan yang muncul di internal skuad. Manajemen Manchester United belum memberikan pernyataan resmi terkait pertemuan tersebut.
Kekalahan dari Atletico Madrid menambah panjang tren hasil buruk Manchester United. Sebelumnya, MU juga hanya mampu bermain imbang melawan Tottenham dan disebut menyamai rekor buruk 40 tahun silam.
Tekanan terhadap Michael Carrick pun kian besar. Posisi manajer asal Inggris itu dikabarkan mulai dipertanyakan menyusul rangkaian hasil negatif yang terus berlanjut.
Di luar polemik ruang ganti, suporter Manchester United juga meluapkan emosi soal dugaan pelanggaran FFP Manchester City. Sebagian fan menuntut sanksi berat, termasuk degradasi ke kasta terbawah.
Isu tersebut menambah beban psikologis di lingkungan klub. Manchester United saat ini dituntut segera bangkit sebelum jarak dengan kompetitor di papan klasemen semakin melebar.