KALIMANTAN SELATAN — Serial horor Alas Roban The Series dijadwalkan tayang di Netflix mulai Minggu, 18 Oktober 2026, lalu disusul ANTV pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 20.15 WIB. Lanjutan dari film Alas Roban yang meraih lebih dari 2,4 juta penonton bioskop awal 2026 ini kembali diperkuat Michelle Ziudith sebagai Sita. Produksi Unlimited Production itu disebut bakal menggali mitos dan folklor Jawa yang belum diangkat di versi layar lebar.
Penonton akan diajak mengikuti perjuangan Sita membesarkan putrinya, Gendis, di tengah ancaman yang datang silih berganti. Teror supranatural, misteri kehilangan, dan hubungan emosional ibu-anak menjadi tiga pilar utama ceritanya.
Alas Roban The Series tayang perdana di Netflix pada Minggu, 18 Oktober 2026. Sehari berselang, ANTV menayangkannya mulai pukul 20.15 WIB pada Senin, 19 Oktober 2026.
Skema rilis berjenjang ini menempatkan Netflix sebagai kanal awal sebelum serial masuk ke televisi free-to-air. Bagi ANTV, langkah tersebut menjadi kolaborasi kedua dengan Netflix.
Chief Program and Communication Officer ANTV, Kiki Zulkarnain, menyebut kerja sama itu bagian dari komitmen menghadirkan tayangan yang dekat dengan keseharian dan budaya masyarakat Indonesia.
"Kolaborasi kedua ANTV bersama Netflix ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan konten berkualitas yang dekat dengan keseharian dan budaya masyarakat Indonesia," ujar Kiki.
Menurut Kiki, kemitraan itu juga menjadi kesempatan meningkatkan kualitas produksi, mengoptimalkan peran para pemain, serta mengembangkan cerita agar menjangkau lebih banyak penonton.
"Melalui Alas Roban The Series, ANTV ingin menghadirkan tontonan yang bukan sekadar menyajikan ketegangan, tetapi juga membawa emosi melalui perjuangan seorang ibu demi keselamatan dan masa depan anaknya," ujarnya.
Keputusan Michelle Ziudith kembali memerankan Sita menjadi daya tarik utama serial ini. Karakter tersebut harus menghadapi berbagai teror sekaligus mengungkap misteri hilangnya sang suami di jalur Alas Roban, Jawa Tengah.
Pengalaman syuting film pertamanya meninggalkan kesan mendalam. Michelle mengaku pandangannya terhadap hal mistis berubah setelah mengalami sejumlah kejadian selama pengambilan gambar.
"Aku terlalu yakin tentang ketakutan kan sama hal-hal mistis yang aku berangkatnya dari enggak percaya sampai akhirnya mengalami beberapa banyak hal yang terjadi di filmnya sendiri. Mungkin aku bilang aku kapok ya," ungkap Michelle Ziudith.
Pengalaman itu sempat membuat Michelle diliputi ketakutan hingga mengganggu waktu istirahatnya. Meski begitu, ia menilai keterlibatannya di serial ini sebagai kesempatan berharga untuk meneruskan kisah Alas Roban.
"Aku pikir ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk menjadi bagian dari perjalanan panjangnya Alas Roban. Aku harus ambil, enggak boleh miss karena ini IP-ku," terangnya.
Berbeda dari versi layar lebar, serial ini menggali berbagai mitos, folklor, dan mitologi Jawa yang sebelumnya belum banyak diangkat. Format serial dinilai memberi ruang lebih besar untuk mengungkap misteri di balik Alas Roban.
Kembali bekerja dengan nuansa horor dan adegan mistis bukan perkara mudah bagi Michelle. Demi merasa lebih nyaman, ia memilih menyampaikan ketakutannya sejak awal kepada sutradara.
"Ketakutan atau apa pun itu aku udah jelasin duluan sama Bapak Sutradara, 'pak, mohon ya, pak, bantuannya.' Emang aku takut, beneran takut selama proses syuting," ujar Michelle.
Selain Michelle Ziudith, serial ini didukung Omar Daniel, Fara Shakila, Ben Joshua, Laura Theux, Chris Laurent, Imelda Therinne, Arie Andika, dan Antonio Blanco.
Perpindahan Alas Roban dari layar lebar ke format serial menambah daftar judul horor Indonesia yang menempuh jalur distribusi ganda, streaming lebih dulu lalu televisi. Pola ini makin lazim dipakai rumah produksi lokal untuk memperpanjang usia tayang sebuah judul sekaligus menjangkau dua segmen penonton berbeda.