BANJARBARU — Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, merinci bahwa jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026 mencapai 4.899 kali. Angka luasan lahan terbakar yang mencapai 27.141 hektare itu tersebar hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.
Dari total luasan yang terbakar, sekitar 8.950 hektare sudah ditangani tim gabungan BPBD, damkar, dan relawan. Sisanya masih dalam proses pemadaman maupun pendinginan di sejumlah titik yang sulit dijangkau.
Kabupaten Tapin dan Banjar menetapkan status tanggap darurat karhutla. Kedua wilayah itu dinilai menghadapi intensitas kebakaran yang paling tinggi dibanding daerah lain di Kalsel.
Sepuluh wilayah lain berstatus siaga darurat, yakni Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Kotabaru. Banjarmasin belum menetapkan status serupa.
"Untuk Banjarmasin belum menetapkan status siaga darurat," ujar Ronny, Rabu (14/10/2026).
Status siaga darurat tingkat Provinsi Kalsel sendiri berlaku mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Ronny menyebut masa berlaku itu masih menyisakan beberapa pekan, sehingga kewaspadaan tidak boleh kendur.
Kabupaten Banjar mencatat kejadian karhutla tertinggi dengan 1.094 kali. Banjarbaru menyusul dengan 913 kejadian, lalu Tanah Laut 714 kali.
Tingginya angka kejadian di tiga wilayah itu berkaitan dengan pola pembukaan lahan dan cuaca kering yang masih berlangsung. Petugas di lapangan masih melakukan patroli terjadwal untuk mencegah perluasan titik api.
Pemantauan satelit NASA-MODIS mendeteksi 54 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota Kalsel. Kabupaten Tapin mencatat titik terbanyak dengan 14 hotspot, disusul Kotabaru 13 titik, serta Banjar dan Barito Kuala masing-masing enam titik.
Wilayah lain yang terpantau titik panas meliputi Tanah Laut lima titik, Balangan empat titik, Banjarbaru dua titik, serta HSS, HSU, dan Tanah Bumbu masing-masing satu titik.
"Kita tetap harus waspada dan siaga hingga Oktober," kata Ronny.
BPBD Kalsel mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang berstatus tanggap darurat. Laporan titik api dari masyarakat diminta segera disampaikan ke posko karhutla terdekat agar penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas.