RTL Ungkap Kunci Sukses Cobra 11 di YouTube, Langganan Naik 26%

Penulis: Andi Pratama  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 19:23:01 WIB
CEO RTL Deutschland, Stephan Schmitter, berbicara di panggung Mipcom Cannes mengenai kemitraan dengan YouTube.

KALIMANTAN SELATAN — RTL Deutschland membeberkan hasil kemitraan dengan YouTube di ajang Mipcom Cannes, dengan serial aksi "Cobra 11" sebagai pendorong utama pertumbuhan bisnis mereka. Sebanyak lebih dari 200 episode penuh diunggah ke platform tersebut setahun lalu dan meraup 30 juta penayangan. Langkah ini berujung pada kenaikan 26% jumlah langganan serta pendapatan iklan yang melonjak signifikan.

Keberhasilan ini disampaikan langsung oleh CEO RTL Deutschland, Stephan Schmitter, di atas panggung Mipcom Cannes bersama Pedro Pina, VP YouTube untuk kawasan EMEA. Menurut Schmitter, "Cobra 11" sebenarnya sudah nyaris kehilangan nilai komersialnya setelah berkali-kali ditayangkan ulang di kanal linear dan layanan streaming RTL.

Dari Tayangan Ulang ke 30 Juta Penayangan

RTL menemukan fakta menarik dari data penonton YouTube. Sebanyak 83% penonton "Cobra 11" di platform itu adalah pria dengan rata-rata usia 30 tahun. Kelompok demografis yang selama ini sulit dijangkau televisi linear justru datang sendiri ke konten lama mereka.

Dampaknya terasa di layanan streaming RTL+. Penayangan pertama serial ini di RTL+ naik 123%, sementara jumlah langganan yang terkait langsung dengan "Cobra 11" bertambah 26%.

"Teori kami adalah pria muda saat ini juga menyukai aksi stunt besar, mobil terbang, ledakan besar, dan Autobahn Jerman yang tanpa batas kecepatan. Itu kuncinya. Mereka menemukan, atau menemukan kembali, acara ini. Dan jika mereka ingin episode baru, lebih banyak mobil terbang dan ledakan, mereka harus ke RTL+," kata Schmitter.

Model Bisnis yang Menguntungkan Dua Pihak

Kemitraan ini juga membuka aliran pendapatan iklan baru. Ad Alliance, unit penjualan iklan RTL, bertugas mengemas inventaris iklan di seluruh kanal linear RTL, RTL+, Sky, dan YouTube.

"Sekarang kami bisa datang ke pengiklan, ke portofolio pengiklan kami yang besar, dan menawarkan proposisi 360 derajat. Dan ini benar-benar berhasil, terutama di layar besar, karena hanya berjarak satu tombol," ujar Schmitter.

Ia menyebut pendapatan dari kemitraan ini menembus angka "jutaan dolar mendekati dua digit" dan membuat pendapatan RTL tahun ini naik signifikan. Model serupa juga mulai diadopsi broadcaster lain seperti France Télévisions, yang mengunggah sekitar 20.000 jam konten per tahun ke YouTube. Kanal berita franceinfo mencatat 110 juta penayangan pada September, delapan kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

YouTube Bukan Lagi Sekadar Ancaman

Pedro Pina menilai broadcaster tradisional seharusnya berhenti memandang YouTube hanya sebagai pesaing. Menurutnya, platform video dan televisi kini saling memperkuat.

"Secara keseluruhan, ini adalah kemitraan yang saling memperkuat dan hanya bisa menghasilkan nilai. Nilai yang dihasilkan, menariknya dan yang terpenting, mengalir ke IP yang sudah sukses dan menghidupkan kembali konten yang sebelumnya sudah berjaya. Itu sangat mengobarkan semangat," kata Pina.

RTL juga menempatkan kanal berita NTV di YouTube, lengkap dengan video pendek dan konten yang diproduksi bersama kreator digital. Langkah ini dianggap penting di tengah polarisasi politik Jerman dan menguatnya partai sayap kanan AFD.

"Saya pikir bagi kami ini penting, dan juga untuk peran kami dalam sistem demokrasi, untuk menjangkau semua orang," ujar Schmitter.

Pina menambahkan, semakin banyak media arus utama seperti BBC dan France Télévisions hadir di YouTube, semakin beragam suara yang bisa didengar publik. Kemitraan RTL dengan YouTube menjadi sinyal bahwa televisi dan platform digital bisa berjalan seiring, bukan saling meniadakan.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top