Persija Minta Penyerangan Rombongan EPA Persib di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 16:53:01 WIB
Kaca bus rombongan EPA Persib pecah akibat dilempari benda keras di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10).

KALIMANTAN SELATAN — Manajemen Persija Jakarta meminta aparat berwenang mengusut tuntas penyerangan rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib oleh oknum yang diduga suporter Persija. Insiden terjadi di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10), dan menyebabkan kaca bus rombongan pemain pecah akibat dilempari benda keras.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Senin, manajemen Macan Kemayoran menegaskan bahwa pihak-pihak yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kaca Bus Pecah, Pemain Muda Jadi Korban

Rombongan Persib EPA mengalami penyerangan saat berada di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10). Video singkat yang beredar di media sosial memperlihatkan bus rombongan pemain mengalami kerusakan, termasuk kaca yang pecah akibat lemparan benda keras.

Pelaku penyerangan diduga berasal dari suporter Persija yang berada di area tersebut. Selain merusak kendaraan, aksi itu membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial tim yang sedang dalam perjalanan.

Persija Kecam Keras dan Sampaikan Empati

Manajemen Persija mengecam keras aksi penyerangan tersebut. Klub menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi para pemain serta ofisial tim.

"Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya," demikian keterangan resmi ofisial Persija Jakarta.

Klub juga menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya mereka yang mengalami kekerasan fisik.

"Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut," demikian pernyataan klub.

Rivalitas Dinilai Tak Boleh Berujung Kekerasan

Persija menegaskan tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Menurut klub, tindakan tersebut merupakan perilaku tidak bertanggung jawab yang mencederai nilai-nilai sportivitas dan merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.

Klub berjuluk Macan Kemayoran itu juga tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan. Rivalitas, kata Persija, seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain.

Persija menyoroti bahwa korban dalam insiden ini adalah para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola. Klub mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan.

"Hentikan kekerasan rivalitas bukan alasan untuk melukai. Sepak bola Indonesia harus menjadi ruang yang aman bagi semua," demikian Persija.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top