KOTABARU — Verifikasi lapangan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Pantai Baru menyasar 280 petani dengan total lahan yang diajukan seluas 507,28 hektare. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari verifikasi selama lima hari di Desa Sangking Baru. Wakil Ketua KUD Gajah Mada, M. Rahmatullah, menyatakan hari pertama berjalan lancar dan aman.
"Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar dan aman. Kami berharap proses verifikasi hingga selesai berjalan baik," ujarnya.
Data KUD Gajah Mada mencatat total lahan bersertifikat Hak Milik (SHM) di Desa Pantai Baru mencapai 603,25 hektare. Dari jumlah itu, 507,28 hektare diajukan untuk mengikuti program PSR. Luasan final masih akan dipastikan melalui verifikasi lapangan.
Perwakilan PT Sinar Kencana Inti Perkasa (SKIP), Pramesthi Nugroho, menyebutkan pada hari pertama sebanyak 57 dari 93 petani yang dijadwalkan telah hadir hingga pukul 10.30 WITA. Kehadiran tersebut mencerminkan antusiasme petani terhadap program yang didukung hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada petani, biaya pembangunan kebun diperkirakan Rp85 juta per hektare. Dari jumlah itu, dukungan hibah BPDP mencapai Rp60 juta per hektare. Kekurangan biaya diperkirakan Rp25 juta per hektare yang perlu dipenuhi petani sesuai ketentuan program.
Skema pembiayaan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama program. Petani plasma berharap peremajaan kebun dapat meningkatkan produktivitas sawit di masa mendatang.
Meski antusiasme tinggi, kendala administrasi masih ditemukan. Sejumlah petani lupa membawa KTP asli sehingga proses verifikasi sebagian peserta berpotensi tertunda.
Pengurus KUD Gajah Mada, H. Rafiansyah, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan petani, mitra perusahaan, tim Sucofindo, dan pemerintah desa. Petani yang belum hadir akan dihubungi kembali, termasuk mereka yang sedang berada di luar daerah.
Verifikasi ini menjadi tahapan penting untuk memastikan pengajuan PSR sesuai persyaratan. Bagi petani plasma, program tersebut diharapkan menjadi jalan meremajakan kebun dan meningkatkan produktivitas sawit ke depan.