BANJARBARU — Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan belum sepenuhnya padam. Sejumlah titik api masih aktif dan kabut asapnya menyelimuti beberapa wilayah. Satgas Karhutla dan Kekeringan Kalsel menggelar rapat koordinasi di Gedung Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, untuk menyusun langkah lanjutan.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menyatakan lahan gambut Guntung Damar di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, masih terbakar di bagian dalam. Upaya pembasahan yang dilakukan selama ini belum membuahkan hasil maksimal.
"Berbagai upaya pembasahan telah dilakukan, namun belum memberikan hasil maksimal," kata Muhidin, seperti disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.
Karena itu, pemerintah provinsi menilai perlu penanganan lebih besar untuk memastikan api di dalam lahan gambut benar-benar padam.
Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyiapkan cairan surfaktan untuk membantu pemadaman. Cairan itu akan disuntikkan ke dalam gambut agar proses pemadaman lebih efektif.
Menurut Rosyanto, cairan surfaktan kini telah dapat diperbanyak untuk digunakan unsur terkait. Metode ini dipilih karena titik api berada di lapisan dalam gambut, bukan di permukaan.
Dampak karhutla tidak berhenti di lokasi terbakar. Kabut asap masih terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi karena berpotensi mengganggu aktivitas warga dan kesehatan udara.
Rapat juga membahas kondisi kekeringan yang mulai memengaruhi ketersediaan air di Kalsel. Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Forkopimda berencana meninjau Waduk Riam Kanan.
Peninjauan itu untuk memastikan ketersediaan dan keberlangsungan aliran air selama musim kemarau. Waduk Riam Kanan menjadi sumber air penting bagi warga di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Satgas Karhutla dan Kekeringan Kalsel menyiapkan penanganan lanjutan untuk dua persoalan sekaligus: pemadaman gambut dan antisipasi krisis air. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kepolisian, dan Forkopimda menjadi kunci dalam rapat tersebut.
Warga di sekitar area terbakar dan wilayah terdampak asap diimbau tetap waspada. Perkembangan kondisi lapangan akan menentukan langkah berikutnya dari pemerintah provinsi.