KALIMANTAN SELATAN — Bose memposisikan QuietComfort Headphones Gen 2 sebagai jembatan antara seri flagship Ultra dan generasi sebelumnya. Produk ini membawa teknologi Immersive Audio yang tadinya eksklusif di seri Ultra, tapi harus berkompromi di beberapa aspek teknis yang justru jadi standar di kelas harga premium. Saya mengujinya dalam penerbangan 8 jam nonstop dan pemakaian harian untuk membuktikan klaim kenyamanan serta performa ANC-nya—dua hal yang selama ini jadi alasan utama orang membeli headphone Bose.
Build quality-nya masih didominasi plastik, tapi pilihan warna Eucalyptus Green yang saya uji memberi kesan segar. Peningkatan paling signifikan ada di padding headband yang kini hampir melingkari penuh bagian atas—generasi sebelumnya hanya membalut seperempat bagian saja.
Untuk pemakaian 8 jam nonstop, tidak ada tekanan berlebih di area telinga atau kepala. Earcup-nya empuk tanpa rasa panas berlebihan, dan headphone ini tetap bisa dilipat dengan carrying case bawaan.
Inilah alasan utama headphone ini layak dipertimbangkan. Saat diuji di dalam kabin pesawat, suara dengung mesin dan obrolan penumpang hampir sepenuhnya hilang. Saya membandingkannya langsung dengan Sony WH-1000XM6 dan Apple AirPods Max 2—Bose terasa lebih agresif dalam meredam noise frekuensi rendah.
Aplikasi Bose menyediakan 10 level penyesuaian ANC, tapi perbedaannya sangat halus. Dalam praktiknya, saya jarang menurunkan dari level maksimal. Mode Immersive Audio dengan opsi "Still" dan "Motion" bekerja baik sebagai alternatif mendengarkan stereo biasa.
Driver yang dipakai tidak berubah dari generasi sebelumnya, tapi penambahan Immersive Audio membuat soundstage terasa lebih luas. Trek Stolen Dance dari Milky Chance menampilkan bass yang punchy dan terkontrol, sementara vokal Bon Iver di Wash. terdengar jernih dengan pemisahan instrumen yang jelas.
Sayangnya, frekuensi tinggi kurang terbuka. Vokal Michael Jackson di P.Y.T. terasa sedikit "dibatasi", dan suara Tracy Chapman di Fast Car tidak secerah yang saya dengar di headphone premium lain. Profil suaranya hangat dan menyenangkan, tapi bukan yang paling detail di kelasnya.
Bose menghilangkan fitur wear detection—headphone tidak otomatis menjeda musik saat dilepas dari kepala. Anda harus mematikan secara manual, jika tidak baterai akan terus terkuras. Ini merepotkan saat terburu-buru turun dari pesawat.
Daya tahan baterai mencapai 24 jam tanpa Immersive Audio, dan turun ke 18 jam jika fitur tersebut aktif bersama ANC. Dalam pengujian saya, angka tersebut akurat. Tapi di kelas harga ini, Sony WH-1000XM5 yang sering didiskon menawarkan daya tahan lebih baik. Bahkan Marshall Monitor III bisa mencapai 100 jam.
Dukungan Bluetooth 5.4 dan multipoint bekerja mulus—saya berpindah antara iPhone dan iPad tanpa masalah. Yang menarik, Bose menyertakan kabel 3.5mm-to-USB-C dan USB-C-to-USB-C yang sewarna dengan bodi. Melalui kabel USB-C, headphone ini mendukung audio lossless hingga 24-bit/48kHz, nilai tambah untuk pendengar yang menginginkan kualitas maksimal dari sumber digital.
Bose QuietComfort Headphones Gen 2 adalah pilihan tepat jika prioritas utama Anda adalah peredam bising terbaik dan kenyamanan untuk penerbangan jarak jauh. Tombol fisiknya juga lebih praktis daripada kontrol sentuh saat memakai sarung tangan atau berbaring di kursi pesawat.
Tapi kalau Anda tipe orang yang sering lupa mematikan perangkat atau butuh daya tahan baterai lebih lama untuk perjalanan dinas berhari-hari, Sony WH-1000XM5 yang harganya lebih murah saat diskon bisa jadi pilihan lebih masuk akal. Headphone ini kurang cocok untuk olahraga—tanpa sertifikasi IP, keringat dan hujan bisa jadi masalah besar.