Sembilan koloni bekantan yang menghuni pesisir Sungai Rutas, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, masih terpantau aman di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketua Kader Konservasi Rindang Lestari, Syahrani, menyebut api belum menjalar ke kawasan tepian sungai yang menjadi ruang hidup satwa dilindungi tersebut.
RANTAU — Ketua Kader Konservasi Rindang Lestari Syahrani memastikan kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Tapin belum berdampak langsung ke habitat bekantan di sepanjang pesisir Sungai Rutas. Satwa endemik Kalimantan itu hidup di pepohonan sekitar aliran sungai, sementara titik api masih berada di lahan yang lebih jauh dari tepian.
"Untuk saat ini masih aman karena kebakaran lahan belum sampai ke pesisir Sungai Rutas. Bekantan memang pola hidupnya berada di pepohonan sekitar sungai," ujar Syahrani kepada ANTARA di Rantau, Kamis.
Berdasarkan pemantauan Rindang Lestari, sedikitnya terdapat sembilan koloni bekantan yang tersebar di sepanjang pesisir Sungai Rutas. Setiap koloni diperkirakan berisi 25 hingga 30 ekor, sehingga kawasan ini menjadi salah satu habitat penting bagi populasi bekantan di Kabupaten Tapin.
Kondisi saat ini berbeda jauh dengan kebakaran besar pada 2015. Saat itu, api menjalar hingga ke kawasan pesisir sungai dan puluhan bekantan ditemukan mati. Kematian satwa tersebut bukan disebabkan terbakar langsung, melainkan diduga akibat gangguan pernapasan karena menghirup asap kebakaran yang pekat.
Syahrani mengingatkan risiko terhadap populasi bekantan akan meningkat apabila kebakaran lahan terus berlangsung hingga memasuki kawasan tepian sungai. Periode pertengahan Oktober menjadi titik krusial karena Kalimantan Selatan diperkirakan mulai memasuki masa transisi menuju musim hujan.
"Kalau sampai pertengahan Oktober kebakaran justru menyasar lahan di pesisir sungai, maka populasi bekantan bisa terancam," ucapnya.
Upaya pengendalian karhutla selama ini dinilai lebih banyak difokuskan pada perlindungan permukiman dan aktivitas masyarakat. Syahrani berharap kawasan habitat satwa liar, khususnya tepian sungai yang menjadi ruang hidup bekantan, juga menjadi prioritas dalam pencegahan kebakaran.
"Pencegahan kebakaran di sekitar pesisir Sungai Rutas penting dilakukan untuk menghindari terulangnya dampak ekologis seperti yang terjadi pada kebakaran besar 2015," ungkap Syahrani.
Bekantan atau Nasalis larvatus merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang berstatus dilindungi. Keberadaan populasi di Sungai Rutas menjadi salah satu indikator kesehatan ekosistem pesisir di Kabupaten Tapin.