BANJARBARU — Enam penerbangan keberangkatan dan empat penerbangan kedatangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor terkena imbas kabut asap yang menebal pada Rabu pagi. Rute yang terganggu meliputi Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Samarinda, dan Balikpapan.
Manajemen bandara mencatat, dua pesawat masih sempat lepas landas pada pagi hari sebelum kabut semakin pekat. Super Air Jet dan Citilink menjadi dua penerbangan yang berhasil diberangkatkan lebih awal.
"Sebenarnya di pagi hari itu cuaca cukup bagus, tapi pukul 06.30 Wita ke jam 08.30 Wita ini menurun, kabut asapnya semakin tebal," kata Stephanus Millyas Wardana saat diwawancarai.
Kondisi cuaca berubah cepat. Jarak pandang yang semula 1.500 meter dan masih memungkinkan pesawat terbang, akhirnya menyentuh angka 200 meter. Ambang batas tersebut memaksa otoritas bandara menunda seluruh pergerakan pesawat.
"Kalau 200 meter memang enggak bisa dilakukan penerbangan," cetusnya.
Meski sempat terjadi penundaan, Millyas memastikan antrean penumpang di area keberangkatan sudah terurai pada pukul 09.30 Wita. Enam penerbangan yang tertunda proses boarding-nya langsung diberangkatkan setelah jarak pandang kembali normal.
"Jadi untuk peak hour kami kan memang ada di sekitar pukul 06.00 Wita sampai pukul 07.00 Wita, begitu mereka sudah berada di pesawat dan sekarang di pukul 09.30 Wita ini sudah tidak ada penumpukan di gate," tambahnya.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara juga merembes masuk ke dalam gedung terminal melalui celah-celah kecil. Manajemen bandara pun mengoperasikan blower di ruang check-in untuk mengeluarkan udara kotor tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, pihak bandara bersama Balai Karantina Kesehatan membagikan masker gratis kepada para penumpang yang belum menggunakannya. Pembagian masker ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat menghirup udara berasap.