Sebanyak 4.000 peserta dari empat kabupaten/kota di Kalimantan Selatan memeriahkan Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Ahad (17/8). Dari jumlah tersebut, 35 peserta menampilkan kostum maskot dan busana budaya Nusantara yang sebelumnya pernah menjuarai festival budaya tingkat nasional.
BATULICIN — Ribuan warga Kalimantan Selatan memadati Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk menyaksikan kemeriahan Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih. Ajang yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini berhasil menarik peserta dari Banjarmasin, Hulu Sungai, Banjarbaru, hingga Kotabaru.
Ketua Panitia Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, Beny, mengatakan festival ini menjadi cara masyarakat merayakan kemerdekaan sekaligus merawat keragaman budaya Indonesia. "Melalui Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia kami rawat dan kami lestarikan," ujarnya di Batulicin, Ahad.
Dari total 4.000 peserta yang hadir, sebanyak 35 orang di antaranya merupakan para pemenang festival budaya tingkat nasional. Mereka tampil dengan beragam kostum maskot dan busana budaya Nusantara yang menjadi daya tarik utama sepanjang rute karnaval.
Beny menyebut antusiasme peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. "Ini menjadi salah satu acara terbesar yang digelar di Kabupaten Tanah Bumbu pada momen HUT RI, alhamdulillah, tahun ini antusiasme peserta luar biasa," katanya.
Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya lokal dan budaya Kalimantan Selatan.
Beny berharap ajang ini tidak sekadar menjadi hiburan tahunan, tetapi juga wadah pelestarian budaya daerah. Ia menargetkan kegiatan ini dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas lagi.
"Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat serta semakin luas budaya lokal Kalimantan Selatan dikenal," tutup Beny.
Terselenggaranya karnaval ini tidak lepas dari kerja sama panitia, dukungan masyarakat secara swadaya, serta kontribusi para sponsor. Kolaborasi tersebut menjadi kunci suksesnya festival budaya terbesar di Tanah Bumbu pada momen perayaan kemerdekaan tahun ini.