Haji Isam Terima Mandat Prabowo untuk Koordinasikan Penanganan Karhutla Kalsel, Langsung Terbang ke Banjarbaru

Penulis: Budi Santoso  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:29:01 WIB
Haji Isam menerima mandat dari Presiden Prabowo untuk mengoordinasikan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dan langsung terbang ke Banjarbaru.

BANJARBARU — Mandat tersebut diterima Haji Isam untuk berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol M. Fadil Imran. Sekitar pukul 12.45 WITA, ia terbang menggunakan pesawat pribadi menuju Banjarmasin untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan gabungan di lapangan.

Setibanya di Kalimantan Selatan, Haji Isam langsung menggelar rapat koordinasi terbatas di ruang VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Pertemuan itu dihadiri Gubernur Kalsel Muhidin, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda, serta jajaran Forkopimda.

Strategi Pemadaman di Lahan Gambut Dalam

Fokus utama rapat membahas titik api yang berada di lahan gambut dalam, area yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar. Tim memutuskan menerapkan strategi pemadaman darat dengan penyambungan selang pemadam secara berantai agar distribusi air bisa menembus kawasan rawa.

Usai rapat, Haji Isam bersama rombongan meninjau langsung kawasan Guntung Damar, Banjarbaru. Lokasi itu menjadi salah satu titik api paling kritis karena berdekatan dengan area bandara. Operasi darat ini diperkuat pula dengan pengerahan armada pesawat dan helikopter water bombing.

Prabowo: Tindak Tegas Korporasi jika Terbukti

Presiden Prabowo menegaskan seluruh modalitas mitigasi disiapkan untuk menekan perluasan titik api. Ia juga berkomitmen menindak tegas korporasi apabila terbukti menjadi penyebab karhutla.

"Saya kira ya kita, saya sudah lihat situasi, kita ikuti terus, kita ambil langkah-langkah mitigasi. Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api. Alhamdulillah ini berjalan terus," kata Prabowo saat meninjau lokasi terdampak.

Presiden menambahkan, koordinasi lintas sektor berjalan dan pasokan sarana pendukung seperti helikopter serta mesin bor akan terus ditambah di lapangan. "Jadi saya berharap kita segera bisa kendalikan. Dan kalau kita lihat sejarah, tahun-tahun, berapa tahun-tahun yang dulu, sangat lebih parah kita mampu atasi. Jadi, saya percaya ini segera kita atasi," ujarnya.

Ancaman Sanksi Hukum bagi Perusahaan

Mengenai dugaan keterlibatan entitas bisnis dalam bencana ini, Prabowo memberi sinyal keras. "Oh iya, harus, harus kita tindak ya. Akan kita tindak. Kalau bener-bener terbukti, ya kita tindak. Kita akan tindak sesuai dengan hukum dan peraturan," tegasnya.

Operasi darurat ini menjadi ujian bagi koordinasi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menangani bencana asap yang kerap melanda Kalimantan Selatan setiap musim kemarau.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: afu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top