KALIMANTAN SELATAN — PLN ULP Namlea mengimbau masyarakat dan pelaku usaha di wilayah terdampak untuk menyiapkan langkah antisipasi sebelum aliran listrik diputus. Kegiatan relokasi infrastruktur kelistrikan ini dinilai penting untuk menjaga keamanan jaringan di tengah dinamika kebutuhan listrik yang terus meningkat.
Kendati jadwal penormalan sudah ditetapkan hingga pukul 17.00 WIT, PLN membuka kemungkinan waktu pemulihan berubah. Durasi pengerjaan di lapangan sangat bergantung pada kondisi teknis dan kelancaran tim saat memindahkan trafo.
Pemindahan peralatan listrik seperti trafo tidak bisa dilakukan dalam kondisi jaringan bertegangan. Petugas wajib memutus aliran listrik sementara demi keselamatan kerja dan menghindari risiko gangguan permanen pada sistem.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang dilakukan PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan. Dengan memindahkan trafo ke posisi yang lebih strategis, perusahaan berharap distribusi listrik ke pelanggan di Namlea bisa lebih stabil ke depannya.
Wilayah Kampung Lama dan area Pertamina menjadi dua lokasi yang paling merasakan dampak langsung dari pekerjaan ini. Aktivitas rumah tangga hingga operasional usaha kecil di kawasan tersebut dipastikan ikut terganggu selama proses relokasi berlangsung.
PLN menetapkan rentang waktu pemadaman selama kurang lebih delapan jam, terhitung sejak pagi hingga sore hari. Estimasi ini bisa memanjang atau justru memendek tergantung kondisi di lapangan.
Masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik untuk kebutuhan usaha atau peralatan medis disarankan menyiapkan genset atau sumber daya cadangan. Informasi perkembangan pemadaman dapat dipantau melalui kanal resmi PLN ULP Namlea agar warga tidak kelabakan jika waktu penormalan berubah dari jadwal awal.
Langkah PLN ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur kelistrikan membutuhkan perawatan berkala. Meski sempat merepotkan, pekerjaan semacam ini diperlukan untuk mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.