KALIMANTAN SELATAN — Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) bersama Komite Tim Nasional (NCT) telah sepakat ambil bagian dalam ajang yang sebelumnya diisi oleh India. Meski berstatus pengganti, Bangladesh datang dengan skuad yang menarik perhatian, termasuk satu pemain berdarah Leicester City yang kini berkarier di Liga Inggris.
Nama Hamza Choudhury menjadi sorotan utama dalam komposisi skuad Bangladesh. Gelandang berusia 28 tahun itu lahir dan besar di Inggris, serta sudah malang melintang di Premier League bersama Leicester City sejak musim 2017/2018.
Choudhury merupakan salah satu dari lima pemain abroad yang dipanggil untuk memperkuat Bangladesh. Empat lainnya adalah Fahmedul Islam (Olbia Calcio 1905/Italia), Shamit Shome (New York Cosmos/Amerika Serikat), Zayyan Ahmed (Rimal Al-Zahra SC), dan Tariq Kazi (Paro FC/Bhutan).
Bangladesh kini diasuh oleh Thomas Dooley, pelatih asal Amerika Serikat yang ditunjuk sejak medio Mei 2026. Pria 65 tahun itu baru sekali memimpin Tigers of Bengal, yakni saat uji coba melawan San Marino pada Juni 2026 lalu, yang berakhir dengan kemenangan tipis 2-1.
Rekam jejak Dooley terbilang relevan dengan peta sepak bola Asia Tenggara. Sebelum menangani Bangladesh, ia pernah melatih Sri Pahang di Malaysia, Viettel FC di Vietnam, dan sempat mengasuh Timnas Filipina.
Secara historis, Bangladesh bukan nama yang disegani di kancah Asia. Namun, mereka punya koleksi gelar di level regional Asia Selatan. Gelar juara Piala SAFF—setara Piala AFF di Asia Tenggara—pernah diraih pada 2003, plus status runner-up pada 1999 dan 2005.
Di ajang South Asian Games, Bangladesh juga pernah meraih medali emas, ditambah empat perak dan satu perunggu. Meski begitu, posisi mereka di ranking FIFA saat ini masih terpuruk di urutan 181, hanya lebih baik dari Pakistan (198) di antara kontestan Divisi Utama FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan status sebagai pengganti India, Bangladesh otomatis masuk dalam undian turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara plus undangan khusus. Jika tergabung di grup yang sama dengan Indonesia, laga kontra Hamza Choudhury dkk. bakal menjadi ujian menarik bagi skuad Garuda.
Meski peringkat FIFA mereka jauh di bawah mayoritas peserta, kehadiran pemain naturalisasi berkelas Premier League dan pelatih berpengalaman internasional membuat Bangladesh tak bisa dianggap remeh. Turnamen ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi mereka untuk keluar dari bayang-bayang keterpurukan dua dekade terakhir.