BALANGAN — Bawaslu Kabupaten Balangan dan Kesbangpol setempat sepakat memperkuat sinergi dengan Bawaslu Kalimantan Selatan dalam mewujudkan tata kelola hibah yang akuntabel. Kesepakatan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar pengelolaan dana hibah berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran.
Langkah ini merupakan respons atas kebutuhan untuk memperketat pengawasan administratif sekaligus memastikan setiap tahapan pencairan dan penggunaan dana hibah memiliki jejak audit yang jelas. Dengan melibatkan Bawaslu Kalsel, diharapkan standar pengelolaan di Balangan dapat selaras dengan kebijakan provinsi.
Koordinasi yang diperkuat ini diarahkan pada dua hal utama, yakni transparansi dokumen dan pencegahan dini atas potensi pelanggaran. Pendampingan teknis dari Bawaslu Kalsel dinilai penting untuk memastikan setiap proses administrasi hibah di Balangan tidak keluar dari koridor perundang-undangan.
Sekretariat bersama nantinya akan berperan aktif dalam mendokumentasikan setiap proses, mulai dari pengajuan, verifikasi, hingga pelaporan penggunaan dana. Hal ini untuk meminimalisir celah yang bisa menimbulkan kerugian daerah.
Kesbangpol Balangan tidak hanya menjadi jembatan koordinasi, tetapi juga bertanggung jawab dalam pendampingan administrasi bagi organisasi masyarakat atau lembaga penerima hibah. Pendampingan ini mencakup sosialisasi teknis penyusunan proposal hingga pembuatan laporan pertanggungjawaban yang sesuai standar.
Dengan pendampingan yang ketat, diharapkan setiap lembaga penerima hibah di Kabupaten Balangan dapat memenuhi kewajiban pelaporannya secara tepat waktu. Hal ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan tata kelola keuangan publik di lingkungan pemerintah daerah.
Penguatan koordinasi dengan Bawaslu Kalsel juga bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai standar pengawasan. Perbedaan interpretasi regulasi antara kabupaten dan provinsi kerap menjadi kendala, sehingga forum koordinasi seperti ini menjadi penting untuk menyamakan frekuensi.
Ke depan, pola komunikasi yang lebih intensif akan terus dijaga, terutama dalam menghadapi tahapan-tahapan krusial seperti verifikasi berkas dan audit akhir. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi pengelolaan hibah yang lebih profesional di lingkungan sekretariat Bawaslu Balangan.