BANJARMASIN — Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran kampung toleransi oleh FKUB. Menurutnya, inisiasi ini memperkuat kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama yang sudah terawat baik di kota tersebut.
"Kota kita ini dibangun atas asas keberagaman menjadi modal kuat persatuan kita," ujar Ananda dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Peran tokoh agama dalam menjaga kehidupan toleransi dan membangun kampung toleransi" di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Kamis.
Ketua FKUB Kota Banjarmasin H Maskur menjelaskan, pemilihan Kelurahan Gadang sebagai lokasi kampung toleransi sudah melalui pengkajian mendalam. Salah satu pertimbangan utamanya adalah keberadaan tempat ibadah dari berbagai agama di wilayah tersebut.
"Di antaranya di sana terdapat semua tempat ibadah berbagai agama," ucap Maskur.
Toleransi antarumat beragama dan suku di kelurahan itu dinilai sangat baik. Hampir tidak pernah ada konflik berarti yang terjadi di antara warga setempat.
Maskur menambahkan, kampung toleransi ini akan ditetapkan secara resmi pada peringatan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin yang jatuh pada 24 September 2026. Penetapan itu menjadi bagian dari upaya menjadikan Banjarmasin masuk dalam jajaran sepuluh kota toleran di Indonesia.
"Ini juga langkah untuk menjadikan Kota Banjarmasin untuk masuk sepuluh kota toleran di Indonesia," paparnya.
Maskur berharap, dengan adanya kampung toleransi, masyarakat Banjarmasin bisa terus merawat kerukunan, menguatkan persaudaraan, dan menjaga kebersamaan antarsemua elemen. Menurutnya, modal sosial berupa toleransi yang sudah ada harus terus dipelihara agar tidak luntur.
FGD yang digelar FKUB ini menghadirkan para tokoh agama dari berbagai latar belakang. Mereka berdiskusi tentang peran strategis tokoh agama dalam menjaga kehidupan toleransi dan membangun kampung toleransi di tengah kota.