Setwan Kalsel Dorong Perlindungan Anak Jadi Gerakan Bersama, dari Keluarga hingga Ruang Digital

Penulis: Andi Pratama  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:07:39 WIB
Sekretariat DPRD Kalsel mendorong gerakan bersama perlindungan anak dari tingkat keluarga hingga ruang digital dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42.

BANJARMASIN — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kalimantan Selatan tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa anak bukan sekadar objek pembangunan. Sekretariat DPRD Kalsel (Setwan) mendorong agar perlindungan anak dijalankan sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“BERLIAN”: Gerakan Lindungi Anak dari Desa hingga Ruang Digital

Dalam amanat yang dibacakan Kabag Umum dan Keuangan Setwan Kalsel, Riduansyah, Sekretaris DPRD HM Jaini mengajak seluruh lapisan menyukseskan Gerakan Bersama Lindungi Anak atau BERLIAN. Gerakan ini, kata dia, harus bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital.

“Mari kita pastikan semangat ini bergema melalui Gerakan Bersama Lindungi Anak atau BERLIAN dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya,” ajak Riduansyah mewakili Sekwan Kalsel.

Anak Bukan Sekadar Objek, Tapi Subjek Aktif Pembangunan

Peringatan HAN ke-42 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Riduansyah menekankan, semua pihak harus memandang anak sebagai subjek aktif yang memiliki hak berpartisipasi. Mereka wajib mendapat perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, perundungan, hingga diskriminasi—baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Keluarga Jadi Benteng Pertama, Kolaborasi Wajib Diperkuat

“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Tapi membutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama,” tegas Riduansyah.

Ia menambahkan, perlindungan juga harus diperkuat di satuan pendidikan, lingkungan masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.

Latar Belakang: Urgensi Perlindungan Anak di Era Digital

Seruan Setwan Kalsel ini muncul di tengah meningkatnya risiko kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, termasuk di ruang digital. Dengan mengusung gerakan BERLIAN, diharapkan setiap anak di Kalimantan Selatan bisa tumbuh aman, bahagia, dan terpenuhi hak-haknya secara menyeluruh.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top