Ekonomi Kalimantan Selatan Tumbuh 5,67 Persen di Triwulan I 2026, Ungguli Capaian Nasional

Penulis: Deni Kurniawan  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:02:01 WIB
Gubernur Kalimantan Selatan menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi daerah pada Triwulan I 2026 di Banjarmasin, Selasa (21/7/2026).

BANJARMASIN — Perekonomian Kalimantan Selatan tumbuh 5,67 persen secara year-on-year pada Triwulan I 2026. Angka itu sedikit melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,61 persen pada periode yang sama.

Prof Ahmad Yunani menilai stabilitas ekonomi Kalsel pada 2026 masih dalam kondisi cukup kuat. Menurutnya, aktivitas ekonomi di daerah itu tetap berjalan baik meskipun dunia menghadapi ketidakpastian akibat gejolak geopolitik dan penguatan dolar AS.

Konsumsi Rumah Tangga dan SDA Jadi Penopang Utama

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, sektor perdagangan, serta peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri. Sektor sumber daya alam masih menjadi kekuatan utama, mulai dari pertambangan batubara, perkebunan kelapa sawit dan karet, pertanian, hingga perikanan.

“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi Kalimantan Selatan masih sangat baik meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian akibat gejolak geopolitik dan penguatan dolar AS,” ujar Prof Ahmad Yunani, Selasa (21/7/2026).

Sektor-sektor tersebut menjadi penopang ekspor dan pendapatan daerah. Posisi Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan, ditambah kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), dinilai membuka peluang besar untuk menarik investasi di sektor perdagangan, distribusi, dan jasa logistik.

Inflasi Terkendali, Harga Pangan Perlu Dijaga

Inflasi Kalsel berada di kisaran 3,67 persen, tergolong terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap menjaga stabilitas harga pangan agar daya beli masyarakat terpelihara.

Penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah memang meningkatkan biaya impor alat berat, mesin, pupuk, hingga bahan kimia. Namun, kondisi ini juga membuka peluang bagi perusahaan berorientasi ekspor karena pendapatan dalam dolar akan meningkat ketika dikonversi ke rupiah.

Hilirisasi Sektor Tambang dan Perkebunan Perlu Dipercepat

Prof Ahmad Yunani mendorong percepatan hilirisasi sektor pertambangan, perkebunan, dan pertanian. Langkah itu dinilai penting agar nilai tambah bisa dinikmati di daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional, kekayaan sumber daya alam, serta posisi strategis sebagai kawasan logistik, Kalsel dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: baritopost.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top