Pelindo Siapkan Rute Alternatif Celukan Bawang-Jangkar, Targetkan Kurangi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:15:31 WIB
Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Timur, dan Direktur Utama Pelindo berkoordinasi di Surabaya membahas rute alternatif Celukan Bawang-Jangkar.

KALIMANTAN SELATAN — Rencana pengembangan lintasan ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar. Pemerintah melihat perlunya distribusi arus kendaraan agar tidak lagi menumpuk di satu titik penyeberangan utama.

Mengapa Rute Alternatif Ini Mendesak?

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pengembangan lintasan Celukan Bawang–Jangkar merupakan respons taktis pemerintah. “Kami membidik peningkatan kualitas pelayanan publik serta pemangkasan waktu antrean saat puncak pergerakan masyarakat,” ujarnya. Menurut Dudy, realisasi rute ini membutuhkan sinergi ketat dari otoritas pusat, pemprov, operator pelabuhan, hingga armada penyeberangan.

Selama ini, jalur Ketapang–Gilimanuk menjadi satu-satunya gerbang utama yang menghubungkan Jawa dan Bali. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer saat arus mudik atau libur panjang. Rute Celukan Bawang–Jangkar diharapkan mampu menyerap sebagian volume kendaraan yang selama ini terpusat di jalur tersebut.

Kesiapan Pelindo dan Dampak Ekonomi

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa pihaknya siap mengamankan kebijakan pemerintah. “Pelindo siap mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif penyeberangan menuju Pelabuhan Jangkar,” tegas Achmad. Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya memperluas akses bagi masyarakat, tetapi juga mengurangi beban lalu lintas di Ketapang–Gilimanuk.

Lebih dari sekadar solusi kemacetan, koridor baru ini dinilai memiliki nilai strategis ganda. Achmad meyakini pembukaan jalur ini mampu merangsang pertumbuhan ekonomi di kawasan Bali bagian utara. Distribusi arus barang dan mobilitas manusia yang lebih merata diproyeksikan membuka pusat-pusat ekonomi baru di daerah yang sebelumnya kurang tersentuh.

Langkah Selanjutnya

Sebagai tindak lanjut, Pelindo akan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Timur, dan Pemprov Bali. Fokus utama koordinasi adalah mengidentifikasi dan memastikan pemenuhan aspek teknis infrastruktur serta operasional pelabuhan. Seluruh persiapan akan berjalan terukur dengan mengedepankan standar keselamatan tinggi.

Rencana ini menjadi angin segar bagi pengguna jasa penyeberangan yang selama ini mengeluhkan kemacetan di jalur utama. Jika terealisasi, masyarakat akan memiliki opsi perjalanan yang lebih efisien, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di dua kawasan pesisir yang terhubung.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: radarsurabayabisnis.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top