MARTAPURA — Tiga agenda besar langsung digarisbawahi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar yang baru, dr. H. Noripansyah, setelah resmi dilantik oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur. Prioritas pertama adalah penuntasan masalah stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, diikuti upaya penekanan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Kami memiliki PR besar terkait angka stunting dan upaya menekan angka kematian ibu serta bayi. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, kami akan memperkuat sinergi dengan lintas sektor dan instansi terkait,” ujar Noripansyah dalam pernyataan resminya.
Di luar urusan pelayanan dasar, Noripansyah juga menyoroti pengembangan infrastruktur medis. Ia berencana segera berkoordinasi dengan DPRD untuk menyamakan persepsi terkait pembangunan rumah sakit tipe D. Rencana penganggaran multi-years disebutnya akan mulai diterapkan tahun ini sebagai langkah memastikan proyek berjalan tanpa hambatan fiskal.
Memasuki Agustus hingga September mendatang, Noripansyah mewanti-wanti masyarakat soal potensi lonjakan penyakit musiman. Debit air yang cenderung surut dan penurunan kualitas sanitasi menjadi perhatian utama, dengan dua penyakit yang paling diwaspadai: diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
“Di musim kemarau, debit air cenderung surut dan kualitas sanitasi harus menjadi perhatian ekstra. Kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan sebelum beraktivitas dan menghindari penggunaan air yang tercemar,” pesannya.
Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan logistik medis seperti obat-obatan dan masker sudah siap. Sinergi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD, terus dijalin untuk memantau kondisi lingkungan dan kualitas air di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
“Alhamdulillah, melalui gerak cepat bersama berbagai pihak, sejauh ini belum ada indikasi kejadian luar biasa. Harapan kami, dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan sanitasi, penyakit-penyakit yang rawan muncul saat kemarau dapat tertanggulangi dengan baik,” pungkas Noripansyah.