KALIMANTAN SELATAN — Prabowo tidak main-main. Di hadapan ribuan peserta koperasi di Indonesia Arena, GBK, ia menegaskan pemerintah telah menyatukan seluruh aset BUMN — dari energi, keuangan, hingga infrastruktur — ke dalam satu dana kedaulatan negara. Nilainya fantastis: US$ 1 triliun.
"Seribu BUMN lebih kita jadikan satu konsolidasi. Kita sekarang adalah dana kedaulatan mungkin kelima atau keenam terbesar di dunia," ujar Prabowo.
Dana sebesar itu, menurutnya, akan sia-sia jika tata kelolanya buruk. Ia pun langsung mengarahkan kritik tajam ke internal BUMN.
Prabowo mengakui praktik curang di BUMN bukan barang baru. Mulai dari mark-up proyek di Pertamina, kredit macet fiktif di BRI, hingga pengadaan listrik bermasalah di PLN — semuanya masuk catatan pemerintah. "BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi. Saudara ingin presidenmu bicara apa adanya kan?" tegasnya.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan. Selama bertahun-tahun, BUMN memang kerap menjadi ladang korupsi para pejabat dan pengusaha nakal. Dengan konsolidasi dana raksasa ini, Prabowo ingin memutus rantai tersebut.
Di tengah pidato, Prabowo melontarkan ultimatum. "Hai para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau. Hentikan. Rakyat tidak bodoh. Kembalikan kekayaan rakyat. Kembalikan dengan baik," serunya.
Ia menekankan uang hasil rampasan harus dikembalikan untuk membiayai kebutuhan dasar rakyat: perbaikan sekolah, kenaikan gaji guru, perawat, dokter, serta aparat keamanan. "Tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak meres dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji yang baik supaya mereka enggak korupsi," tambahnya.
Meski bicara keras, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa bersatu. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menghalangi upaya bersama membangun ekonomi. "Rakyat butuh keadilan, rakyat butuh kesejahteraan," tutupnya.
Langkah konsolidasi ini menjadi pertaruhan besar. Jika berhasil, Indonesia akan memiliki sovereign wealth fund terbesar keenam di dunia. Jika gagal, risiko pemborosan dan korupsi justru semakin besar karena dana yang dikelola sangat masif.