BANJARBARU — Kepemimpinan H. Muhammad Syarifuddin di KORMI Kalimantan Selatan kembali mendapat amanah. Dalam Musprovlub yang berlangsung di Banjarbaru, pria yang juga menjabat Sekda Provinsi Kalsel itu dipilih secara aklamasi oleh seluruh pemilik suara.
Usai terpilih, Syarifuddin langsung menegaskan prioritas kerjanya. Ia ingin membesarkan KORMI Kalsel lewat penguatan sinergi dengan seluruh induk organisasi olahraga (Inorga) dan KORMI di tingkat kabupaten/kota.
Langkah pertama yang akan dieksekusi adalah konsolidasi organisasi. Ini menjadi fondasi penting sebelum KORMI Kalsel berlaga di Pornas 2027 yang rencananya digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
“Semoga prestasi yang telah diraih bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” ujar Syarifuddin, Sabtu (11/7/2026).
Ia pun mengapresiasi capaian KORMI Kalsel pada Pornas 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat itu, kontingen Kalsel sukses menembus enam besar nasional. Sebuah lompatan signifikan jika dibandingkan pencapaian edisi sebelumnya yang hanya bertahan di kisaran 10 besar.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musprov Luar Biasa tersebut.
Pebriadin menekankan, forum ini bukan sekadar memilih ketua baru. Lebih dari itu, Musprovlub menjadi ruang konsolidasi yang harus mengedepankan prinsip demokrasi, musyawarah, transparansi, dan semangat kekeluargaan.
“Pemerintah berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh Inorga, membangun kolaborasi, menjaga kekompakan organisasi, serta menyusun program kerja yang inovatif dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Pebriadin saat membacakan sambutan Gubernur.
Lebih lanjut, Pebriadin menegaskan peran strategis KORMI. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak budaya hidup sehat dengan memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.
“Olahraga masyarakat tumbuh dari masyarakat dengan segala keterbatasannya. Tidak selalu membutuhkan sarana yang besar, tetapi memanfaatkan potensi dan kearifan lokal sehingga masyarakat tetap bisa berolahraga, sehat, bugar, dan bahagia,” ujarnya.
Pembinaan atlet olahraga masyarakat juga harus terus berjalan. Ini menjadi bekal penting menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) mendatang yang juga direncanakan berlangsung di Kota Palu.
Terkait dukungan pendanaan, Pebriadin menyebut bantuan pemerintah akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, prioritas akan diberikan pada cabang olahraga masyarakat yang memiliki potensi prestasi dan tingkat partisipasi tinggi.