KALIMANTAN SELATAN — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data distribusi mobil dari pabrik ke diler sepanjang Juni 2026. Angkanya mencapai 77.550 unit, naik sekitar 12 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 69.219 unit. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan bahkan menembus 32 persen — sinyal pemulihan pasar yang cukup kuat menjelang semester kedua.
Posisi puncak belum bergeser. Toyota masih perkasa dengan wholesales 22.089 unit dan ritel 21.122 unit. Daihatsu di posisi kedua mengantongi 14.125 unit distribusi dan 12.725 unit penjualan ke konsumen. Suzuki melengkapi tiga besar dengan 6.057 unit wholesales serta 5.684 unit ritel.
Tidak ada perubahan di papan atas dibandingkan Mei 2026. Namun, cerita berbeda terjadi di papan tengah.
BYD menjadi kejutan terbesar. Merek asal China ini mencatat distribusi 5.264 unit pada Juni 2026 — cukup untuk menempatkannya di peringkat keempat, unggul atas Mitsubishi Motors (4.143 unit) dan Honda yang hanya 2.402 unit. Angka ritel BYD memang lebih rendah, 3.757 unit, tapi trennya naik dari bulan sebelumnya.
Jaecoo juga konsisten. Dengan 3.050 unit baik di wholesales maupun ritel, merek ini kembali bertengger di 10 besar. Stabilitas performa Jaecoo menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai serius melirik produk otomotif asal China — bukan sekadar coba-coba.
Di segmen kendaraan niaga, Mitsubishi Fuso mencatat distribusi 4.076 unit, disusul Isuzu 3.070 unit, dan Hino 2.319 unit. Ketiganya masuk 10 besar wholesales. Kenaikan distribusi Fuso dibandingkan bulan sebelumnya menunjukkan permintaan kendaraan logistik dan angkutan masih bergerak positif.
Menariknya, posisi Honda berbeda antara data wholesales dan ritel. Secara distribusi pabrik ke diler, Honda hanya 2.402 unit — peringkat sembilan. Namun di data penjualan diler ke konsumen, Honda mencatat 3.685 unit dan naik ke peringkat tujuh. Ini mengindikasikan stok di diler masih cukup untuk memenuhi permintaan tanpa perlu pasokan besar dari pabrik.
BYD juga menunjukkan selisih serupa: wholesales 5.264 unit versus ritel 3.757 unit. Artinya, diler masih memiliki stok sekitar 1.500 unit yang siap diserap pasar pada Juli 2026.
Kenaikan penjualan Juni 2026 menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional. Dengan momentum ini, pabrikan optimistis target penjualan hingga akhir tahun bisa tercapai. Persaingan merek China seperti BYD dan Jaecoo diprediksi akan semakin sengit, terutama jika mereka terus memperluas jaringan diler dan layanan purna jual.
Data lengkap penjualan bulanan ini menjadi acuan penting bagi konsumen yang ingin membaca tren pasar sebelum memutuskan pembelian.