KALIMANTAN SELATAN — Panen raya di Kapuas tahun ini mencakup lahan seluas 25.817 hektare yang tersebar di empat kecamatan. Area terluas berada di Kapuas Kuala dengan 8.674 hektare, disusul Bataguh seluas 8.643 hektare, Kapuas Timur 4.472 hektare, dan Tamban Catur 4.027 hektare.
Kepala Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana menegaskan komitmen perusahaan menyerap hasil panen petani di daerah tersebut secara maksimal. "Bulog berkomitmen mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian di Kalimantan Tengah, termasuk salah satunya sebagai daerah lumbung pangan yakni Kapuas," ujarnya di sela panen raya di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Rabu (8/7).
Sepanjang 2026, Bulog menargetkan menyerap 6.577 ton gabah atau setara 3.364 ton beras dari petani Kapuas. Dengan realisasi saat ini yang baru 57,83 persen setara beras, Erwin menyebut pihaknya akan terus menggenjot pembelian seiring berlangsungnya panen raya.
"Realisasi penyerapan Bulog untuk wilayah Kapuas ini memang baru mencapai 57,83 persen setara beras, kami akan optimalkan terus penyerapannya, mengingat saat ini wilayah Kapuas sudah mulai memasuki musim panen," jelasnya.
Harga pembelian gabah mengacu pada ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat petani, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di daerah penghasil pangan utama Kalimantan Tengah.
Dengan harga beli yang terjamin, petani di Kapuas bisa menjual hasil panen tanpa khawatir harga anjlok saat musim panen raya. Hal ini menjadi jaring pengaman pendapatan sekaligus insentif bagi petani untuk terus berproduksi.
Bagi Bulog, serapan optimal dari daerah lumbung pangan seperti Kapuas menjadi kunci dalam menjaga cadangan beras nasional. Ketersediaan stok yang cukup dari dalam negeri mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Ke depan, Bulog Kalteng menargetkan realisasi penyerapan bisa mencapai 100 persen sebelum akhir tahun. Jika seluruh target terpenuhi, kontribusi Kapuas terhadap stok beras nasional akan semakin signifikan, sejalan dengan statusnya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Pulau Kalimantan.