INDEF: Laba BUMN Naik Berkat Transformasi, Tapi Kepastian Hukum Jadi Kunci agar Investor Betah

Penulis: Deni Kurniawan  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 14:19:31 WIB
Transformasi besar-besaran dorong BUMN pulih dari kerugian menjadi laba.

KALIMANTAN SELATAN — Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memberikan catatan penting di balik perbaikan kinerja BUMN yang dilaporkan Danantara Indonesia. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengapresiasi sejumlah perusahaan pelat merah yang berhasil membalikkan kerugian menjadi laba berkat transformasi besar-besaran.

"Menurut saya, kita apresiasi jika banyak usaha negara meningkatkan keuntungannya dan berhasil pulih dari kerugian berkat transformasi, perampingan serta pemangkasan lapisan manajemen, dan efisiensi biaya operasional secara besar-besaran," kata Esther, dikutip Selasa (7/7).

Laba Bukan Satu-satunya Tolok Ukur Keberhasilan

Meski tren keuangan membaik, Esther mengingatkan bahwa peningkatan laba tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator sukses. Menurutnya, BUMN seperti Pertamina, PLN, atau Telkom juga harus dinilai dari kemampuan mereka memperkuat daya saing dan produktivitas secara berkelanjutan.

"Selain pertumbuhan laba, indikator keberhasilan lain bisa dilihat dari kemampuan perusahaan itu memperkuat daya saing dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," ujarnya.

Esther menegaskan, tanpa dukungan regulasi yang menciptakan iklim investasi kondusif, tren positif yang mulai ditunjukkan sejumlah BUMN tidak akan bertahan lama. Pemerintah dinilai memiliki peran sentral dalam memberikan kepastian hukum agar investor tidak ragu menanamkan modal di Indonesia.

"Dalam hal ini kepastian hukum diperlukan agar investor bisa berinvestasi dengan nyaman," tegasnya.

Dividen Harus Dikembalikan ke Proyek Strategis

Esther juga menyoroti kebijakan pengelolaan dividen BUMN yang kini mulai dialihkan. Ia mendukung agar dana tersebut diinvestasikan kembali pada proyek-proyek strategis yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat luas.

"Memang dividen kini mulai dialihkan pengelolaannya, seharusnya diinvestasikan kembali ke proyek strategis yang berdampak pada masyarakat luas dan jangka panjang," ujarnya.

Menurut Esther, prioritas investasi sebaiknya diarahkan ke pembangunan infrastruktur dasar, transisi energi hijau, dan penguatan hilirisasi industri. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

Adapun peran Danantara Asset Management (DAM) dalam memberikan suntikan dana restrukturisasi disebut berhasil membalikkan posisi beberapa BUMN dari rugi menjadi mencetak laba. Meski begitu, Esther menekankan bahwa tata kelola yang baik dan regulasi yang konsisten akan membuat transformasi ini tidak hanya menghasilkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top