Empat Opsi Lokasi Arena MTQ ke-48 Kabupaten Tanah Laut 2026 Dimatangkan, Tema Resmi Disetujui

Penulis: Andi Pratama  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 13:34:01 WIB
Empat lokasi prioritas arena MTQ ke-48 Kabupaten Tanah Laut telah dimatangkan berdasarkan analisis teknis.

Empat lokasi yang masuk dalam skala prioritas usulan meliputi lapangan Yayasan/Pondok Pesantren Noor Hasyim, Desa Bumi Jaya, Desa Panggung, dan lapangan Karang Jawa. Pemilihan urutan prioritas ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan analisis teknis yang mencakup sejumlah aspek vital.

“Kami meninjau keterjangkauan akses, kapasitas area parkir, sistem pengamanan, kelancaran arus lalu lintas, hingga pemondokan bagi para kafilah,” ujar Fajar Tri Atmaja dalam forum yang digelar di Aula Gawi Manuntung Kecamatan Pelaihari, Selasa (7/7/2026). Ia menambahkan, ketersediaan panggung lomba dan potensi peningkatan ekonomi UMKM warga setempat juga menjadi pertimbangan utama.

Mengapa Aspek UMKM Masuk Kriteria Penilaian?

Menurut Fajar, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi warga. “Kami ingin ada dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan visi daerah yang ingin menjadikan setiap event berskala kabupaten sebagai pengungkit ekonomi lokal.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Tanah Laut setelah pemaparan kesiapan awal beberapa waktu lalu. Selain lokasi, sejumlah aspek teknis lain seperti jadwal pelaksanaan, urusan administrasi, dan strategi publikasi juga mulai disempurnakan.

Logo dan Tema MTQ ke-48: “Bersama Cinta Al-Qur’an Menuju Generasi Emas Nang Simpun Bakamajuan”

Dalam forum tersebut, logo dan tema MTQ ke-48 tingkat Kabupaten Tanah Laut telah resmi disetujui. Tema yang diusung adalah “Bersama Cinta Al-Qur’an Menuju Generasi Emas Nang Simpun Bakamajuan”. Frasa “Nang Simpun Bakamajuan” merupakan bahasa Banjar yang memiliki makna filosofis kuat, menggambarkan semangat kemajuan yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Penetapan tema ini dianggap penting untuk memberikan identitas dan semangat tersendiri bagi seluruh peserta dan panitia. Dengan tema tersebut, pemerintah berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan berorientasi pada kemajuan.

Langkah Selanjutnya: Menunggu Keputusan Bupati

Seluruh rekomendasi hasil rapat koordinasi, termasuk empat opsi lokasi panggung utama, akan segera disampaikan kepada Bupati Tanah Laut untuk mendapatkan penetapan akhir. Setelah lokasi ditentukan, panitia akan memasuki tahap persiapan yang lebih detail, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung dan koordinasi dengan seluruh kontingen kafilah.

Pemerintah Kecamatan Pelaihari sendiri berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh rangkaian persiapan berjalan lancar. “Kami ingin MTQ ke-48 ini menjadi yang terbaik dan memberikan kesan mendalam bagi semua pihak,” pungkas Fajar Tri Atmaja.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: wartabanjar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top