BARABAI — Sebanyak 70 mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP ULM resmi diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin lalu. Mereka akan menjalani program KKN yang diharapkan tak sekadar menjadi agenda akademik, melainkan juga mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
"Kami mengapresiasi kepercayaan ULM yang kembali memilih Kabupaten HST sebagai lokasi pelaksanaan KKN," kata Sekretaris Daerah HST Muhammad Yani saat menerima rombongan mahasiswa di Auditorium HST.
Yani menegaskan bahwa program ini menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu mengidentifikasi persoalan sekaligus menghadirkan solusi yang aplikatif.
"Jadikan program ini sebagai wadah mengasah empati dan kepedulian sosial. Hormati adat istiadat serta kearifan lokal, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan ciptakan program kerja yang inovatif serta tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga kesehatan, kekompakan tim, serta nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.
Ketua Jurusan Sosiologi FISIP ULM Ismar Hamid menjelaskan bahwa KKN merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa didorong untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
"Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program kerja, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan warga, memahami kondisi sosial di lapangan, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan desa," ujar Ismar Hamid.
Ia berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin. Sehingga pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan desa-desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.