TANJUNG — Seratus peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah mengikuti bimbingan teknis penguatan jejaring Puspaga yang digelar DSP3AP2KB Tabalong. Mereka terdiri dari kader TP PKK, penyuluh KUA, pengelola Puspaga, konselor di tingkat kecamatan dan desa, kader Bina Keluarga Remaja, serta kader Posyandu.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, yang membuka acara, menyebut Puspaga bukanlah satu-satunya lembaga yang bisa menyelesaikan seluruh masalah keluarga. Menurutnya, ada kalanya persoalan membutuhkan penanganan dari sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan perempuan dan anak.
“Tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh Puspaga sendiri. Ada kalanya membutuhkan penanganan lanjutan yang melibatkan berbagai pihak,” ujar Bupati Muhammad Noor Rifani dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberadaan jejaring layanan rujukan menjadi krusial agar setiap keluarga mendapat penanganan yang tepat dan cepat. Bimtek ini, kata dia, diharapkan menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait mekanisme koordinasi, komunikasi, dan sistem rujukan antarlembaga.
“Dengan sistem yang terintegrasi dan kolaboratif, pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih efektif dan berkualitas,” tegasnya.
Kepala DSP3AP2KB Tabalong, Syam’ani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dan sejahtera. Pihaknya ingin menyamakan persepsi dan membangun sistem rujukan yang lebih cepat, tepat, serta terpadu.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Universitas Lambung Mangkurat, Pengadilan Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta para psikolog profesional. Materi yang dibahas mencakup mekanisme koordinasi lintas sektor dan penanganan kasus keluarga yang membutuhkan pendampingan lanjutan.