PELAIHARI — Lahan seluas 10 hektare di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, resmi menjadi pusat produksi jagung andalan Kalimantan Selatan. Kawasan ini dinilai memiliki produktivitas tinggi, dengan kapasitas panen mencapai 8 hingga 9 ton jagung per hektare.
Tabel Rafaksi adalah kebijakan yang diinisiasi oleh Polda Kalimantan Selatan. Dokumen ini menjadi pedoman standar baku persentase potongan harga atau berat pada komoditas pertanian, terutama gabah dan jagung, yang mengalami penurunan mutu akibat kadar air atau kotoran berlebih.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, telah menandatangani dan mengesahkan dokumen tersebut sebagai acuan resmi nilai jual di tingkat petani dan peternak. “Mudah-mudahan dengan adanya Tabel Rafaksi ini, stabilitas harga jagung dapat terjaga dan tidak dipermainkan oleh para tengkulak, karena sudah ada standarisasi nilai jual yang transparan sesuai kondisi riil komoditas,” tegasnya.
Gubernur H. Muhidin memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Kalimantan Selatan atas komitmennya mendukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo Subianto melalui inovasi regulasi ini. Ia juga mengimbau para petani untuk tidak khawatir lagi dalam bertani.
“Jika ditemukan adanya praktik kecurangan (harga) di lapangan, segera laporkan ke Polsek terdekat,” imbuh H. Muhidin.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyatakan kesiapan penuh jajarannya mengemban amanah sebagai lumbung jagung daerah. Ia menyebut status sentra jagung provinsi ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Bumi Tuntung Pandang.
“Hadirnya Tabel Rafaksi adalah jawaban atas keluhan klasik petani kami mengenai fluktuasi harga yang tidak sehat. Dengan jaminan regulasi ini dan dukungan alsintan yang modern, kami optimistis motivasi bertani masyarakat akan meningkat pesat,” ujar H. Rahmat Trianto.
Untuk mendukung modernisasi pertanian, Pemprov Kalsel bersama unsur Forkopimda menyerahkan bantuan stimulan kepada kelompok tani di Tanah Laut. Bantuan tersebut meliputi 4 unit combine harvester, 5 unit traktor, serta paket bibit jagung unggul dan pupuk.
Pemkab Tala berjanji akan bergerak cepat memastikan keberlanjutan program melalui pengawalan intensif di lapangan dan optimalisasi penyuluhan pertanian. Gubernur H. Muhidin berharap capaian Bumi Tuntung Pandang ini dapat menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.